Tersinggung, Polisi di Luwu Tikam Pemabuk dengan Pisau Dapur

Seorang warga berinisial V bersimbah darah seusai ditikam anggota Kepolisian Resor Luwu inisial B. Penikaman itu diduga karena pelaku tersinggung korban berkata kasar dan menggeber motor.

Ihwan Fajar
Oleh Ihwan Fajar - Reporter
Tersinggung, Polisi di Luwu Tikam Pemabuk dengan Pisau Dapur
Ilustrasi Polisi. ©2015 PulseFeed/imam mubarok

Seorang warga berinisial V bersimbah darah seusai ditikam anggota Kepolisian Resor Luwu inisial B. Penikaman itu diduga karena pelaku tersinggung korban berkata kasar dan menggeber motor.

Kepala Polres Luwu Ajun Komisaris Besar Arisandi membenarkan ada anggotanya yang menikam warga di Desa Ulo-ulo, Kecamatan Belopa.

"Saat itu korban dalam kondisi mabuk seusai pesta miras. Dalam kondisi mabuk, korban menggeber motornya di depan anggota dan juga berkata kasar," ujarnya kepada wartawan, Kamis (16/12).

Karena terpancing emosinya, B mengambil pisau dapur yang kebetulan disimpan di dalam jok motornya. Saat itu pula, dia langsung menikamkan pisaunya ke tubuh korban.

"Akibat kejadian itu korban langsung dilarikan ke RS Hikmah untuk mendapat perawatan," tuturnya.

Terpisah, Kepala Seksi Profesi dan Pengamanan Polres Luwu Ajun Komisaris Samuji mengaku sudah mengamankan dan memeriksa B.

"Pelaku sudah kami amankan di Propam Polres. Kami sudah melakukan pemeriksaan kepada bersangkutan. Kalau dari kami tentu akan melakukan proses disiplin," sebutnya.

Samuji menjelaskan kronologi berawal saat B mengantar laundry dengan menggunakan pakai dinas. Saat itulah, B berpapasan dengan korban hingga akhirnya terjadi penusukan."Jadi karena awalnya itu bintara ini habis ngantar laundry dan berpakaian dinas," jelasnya.

Samuji menambahkan kini pihaknya masih menunggu perintah Kapolres Luwu untuk pemberian sanksi. B akan menjalani sidang etik dan disiplin.

"Jadi kita masih menunggu arahan Kapolres apakah yang bersangkutan ini mau di-etikkan atau didisiplinkan," ucapnya.

Rekomendasi