Berjuluk kota santri, Kabupaten Gresik memiliki banyak tradisi dan beragam bangunan dengan keunikannya. Salah satunya adalah Masjid Al Fath Cerme yang dibangun dengan bahan sisa limbah pembakaran batu bara atau Fly Ash Bottom Ash (FABA).
Pembangunan masjid seluas 1.000 meter persegi yang terletak di dalam perumahan Citra Sari Regency ini dibuat dengan desain terbuka tanpa menggunakan AC. Konsep ruangan terbuka membuat suasana masjid sejuk dengan angin sepoi-sepoi.
Penggunaan FABA merupakan sisa pembakaran batu bara, digunakan untuk material cor bertujuan mengurangi semen bagian masjid, sekaligus merupakan langkah konversi untuk mengurangi emisi karbon. Penggunaan FABA sebanyak 541,89 ton dalam proyek pembangunan ini telah berhasil berkontribusi mengurangi emisi sebesar 149,019 ton CO2.
"Ini merupakan langkah koversi mengurangi emisi karbon telah memanfaatkan 541 ton FABA," kata Ketua Pengurus K3PG Awang Djohan Bachtiar.
Advertisement
Kekuatan Masjid
Sementara dari sisi kekuatan, uji tes pada beton menggunakan metode hammer test menghasilkan kekuatan beton antara K175 hingga K250 sesuai dengan standar mutu. Sehingga desain masjid terbuka green building menjadikan ruangan utama masjid masjid Al Fath tidak butuh AC lebih hemat listrik dan minim maintenance.
Selanjutnya treatment air hujan masjid memiliki teknologi beton porous, sebagai resapan yang mampu mengurangi aliran pada permukaan dan mencegah terjadinya genangan air yang berlebih.
Konsep ramah lingkungan yang diusung Masjid Al Fath Cerme ini pun mendapat apresiasi dari Direktur umum PT Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo, selalu Dewan pembina K3PG.
"Masjid ini megah eco green ramah lingkungan mengurangi emisi karbon. menjadi semangat peneduh. Masjid Al-Fath merupakan nama surat ke 48 dalam Alquran yang artinya kemenangan. Masjid ini diharapkan mampu menjadi tempat yang tepat untuk meraih kemenangan umat muslim," pungkasnya.
