Ketua DPR RI Puan Maharani menyikapi serius lonjakan kasus Covid-19 di beberapa negara Asia Tenggara, termasuk Thailand, Malaysia, Singapura, dan Hong Kong, serta tren peningkatan kasus di Indonesia yang harus diwaspadai Pemerintah.
"Peningkatan kasus Covid-19 yang terjadi di kawasan Asia jelas tidak bisa dianggap enteng. Pemerintah harus memiliki sense of urgency yang tinggi dan tidak boleh lengah," kata Puan, Rabu (4/6/2025).
Puan mengingatkan Pemerintah untuk memastikan ketahanan kesehatan nasional agar Indonesia siap menghadapi skenario terburuk. Ia juga meminta Pemerintah meningkatkan kapasitas testing, pelacakan, distribusi vaksin booster, serta edukasi publik secara konsisten dan transparan.
Data Kemenkes mencatat 72 kasus pasien Covid-19 sepanjang 2025, dengan positivity rate naik menjadi 2,05 persen. Varian dominan yang beredar di Indonesia adalah MB.1.1, berdasarkan surat edaran Kemenkes bernomor SR.03.01/C/1422/2025 yang terbit pada Jumat, 23 Mei 2025.
Surat edaran yang dikeluarkan itu, disebut Kemenkes, bertujuan guna meningkatkan kewaspadaan Covid-19 maupun penyakit potensial Kejadian Luar Biasa/wabah lainnya bagi Dinas Kesehatan, UPT Bidang Kekarantinaan Kesehatan, UPT Bidang Laboratorium Kesehatan Masyarakat, fasilitas pelayanan kesehatan dan para pemangku kepentingan.
Puan pun mendesak Pemerintah kembali memperketat screening di seluruh bandara internasional, terutama dari negara-negara dengan peningkatan kasus. Menurutnya, deteksi dini merupakan kunci utama mencegah penyebaran virus lebih luas.
"Pemeriksaan kesehatan dan pelacakan kontak yang ketat di pintu masuk negara harus dijalankan secara konsisten," ucap Puan.
Selain itu, Puan meminta perwakilan RI di luar negeri responsif memberi perlindungan dan pengawasan WNI dan segera bertindak jika ada laporan risiko kesehatan terkait Covid-19.
“Ini bukan sekadar soal angka kasus, tapi soal nyawa dan kesehatan masyarakat. Pemerintah harus bekerja tanpa kompromi menjaga keselamatan rakyat, baik yang di dalam maupun di luar negeri," sebut Puan.
Ia juga mengimbau masyarakat disiplin menegakkan protokol kesehatan, seperti memakai masker saat sakit, tes mandiri jika bergejala, dan menjaga kesehatan. “Kita tidak tahu kapan gelombang berikutnya datang dan seberapa besar dampaknya, tapi yang jelas, sinergi antara Pemerintah dan masyarakat menjadi kunci," tutup Puan.
