Aburizal Bakrie (Ical) dipastikan melangkah mulus memimpin Partai Golkar satu periode lagi, 2014-2019, setelah pesaing satu-satunya Airlangga mengundurkan diri. Sebetulnya, pesaing Ical ada 7 orang, namun sebagian mereka membuat Presidium Penyelamat Partai karena mencium bos Grup Bakrie itu akan berbuat curang.Para pesaing menuding Ical telah membuat skenario agenda Munas untuk kepentingan sendiri. Ical disebut ingin menang secara aklamasi.Melalui akun Facebook miliknya, Ical membantah semua tudingan yang diarahkan kepadanya. Menurutnya, semua keputusan-keputusan di Munas selalu diambil dengan mengutamakan suara terbanyak dari peserta."Saya mendengar dan membaca di media dan socmed ada tuduhan bahwa Munas Golkar di Bali saat ini penuh rekayasa dan tidak demokratis. Tuduhan itu jelas tidak benar," tulis Ical di halaman Facebook Aburizal Bakrie seperti dikutip PulseFeed, Rabu (3/12).Ical menambahkan, media yang hadir di Bali bisa menyaksikan sendiri jalannya Munas, misalnya saat pandangan atas Laporan Pertanggungjawaban (LPJ). Menurutnya, suasananya santai dan semua daerah atau pemegang hak suara bebas berpendapat serta telah menyampaikan pandangannya.
"Alhamdulillah semua menerima LPJ tanpa catatan. Malah ada menyebut kalau dalam dunia akademis, LPJ kami dapat nilai Summa Cum Laude mereka juga memberi standing ovation seusai pidato saya," katanya."Dalam pemandangan umum itu muncul usulan dari daerah dan ormas, agar saya maju dalam pencalonan ketum bersama Akbar Tandjung sebagai ketua dewan pertimbangan. Sebanyak 547 pemilik hak suara, semua meminta saya agar maju kembali. Saya bersyukur dan terharu. Ini merupakan amanah dan tanggung jawab yang berat," imbuhnya.Mengenai tuduhan seolah ketum hanya dirinya seorang, Ical membantah. Mantan Menko Kesra ini beralasan penunjukan itu murni suara daerah atau dari para pemegang suara."Semua kader yang memenuhi syarat bisa maju sebagai calon ketum. Makanya saya aagak terkejut dan menyayangkan saudara Airlangga Hartarto yang semula maju tiba-tiba mundur. Tetapi itu hak dan pilihan saudara Airlangga. Munas harus terus berjalan dengan agenda yang ada," ucapnya.Ical pun berjanji jika dipercaya kembali maka tugasnya adalah menyiapkan kader-kader muda yang siap dipilih jadi pemimpin nasional pada Pemilu 2019. "Beberapa daerah minta porsi anak muda 60 persen dalam kepengurusan. Saya sampaikan bahwa porsinya bukan hanya 60 persen tapi porsinya 70 persen. Nanti ke depan akan kita lihat anak-anak muda yang pimpin Golkar," katanya.
