22 Mei
-
News •Korban Selamat Tertembak Peluru Tajam Saat Rusuh 22 Mei DipulangkanKondisi korban berinisial Z itu masih belum memungkinkan untuk dimintai keterangan. Sementara proyektil peluru yang sebelumnya bersarang di pahanya sudah disita polisi dan sedang diuji balistik.
-
News •Dewan Pers: Pemberitaan Tim Mawar di Majalah Tempo Produk Jurnalistik InvestigasiPemred Koran Tempo Budi Setyarso mengatakan, materi yang dipublikasi pada majalah tersebut baru berkisar 30 persen dari info yang ditulis pewarta di lapangan, sementara sisanya dipending karena proses verifikasi data yang belum selesai.
-
News •Polisi: 4 Orang Tewas Akibat Luka Tembak Peluru Tajam saat Aksi 22 MeiInformasi dugaan penyebab kematian itu didapat oleh tim investigasi Polri dari rekam medis rumah sakit terkait. Saat pemeriksaan tubuh luar oleh dokter, diketahui terdapat luka tembakan di empat jasad tersebut.
-
News •Polisi Naikkan Status Kasus Ustaz Lancip ke Tahap PenyidikanAhmad Rifky Umar Said Barayis alias Ustaz Lancip mangkir dari panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Ustaz Lancip dipanggil terkait isi ceramahnya yang menyebut ada 60 korban tewas saat aksi 21-22 Mei lalu.
-
Politik •Hasil Autopsi, Polri Pastikan 4 Korban Tewas Kerusuhan 22 Mei Akibat Peluru TajamPolri telah melakukan autopsi terhadap para korban. Polri memastikan empat dari sembilan korban kerusuhan 22 Mei 2019 lalu tewas dikarenakan peluru tajam.
-
5News •Massa Tuntut Komnas HAM Bersikap AdilMassa Tuntut Komnas HAM Bersikap Adil. Massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Relawan Cinta NKRI menuntut Komnas HAM untuk bersikap adil dalam melakukan investigasi kerusuhan 21-22 Mei 2019, di mana aparat keamanan juga menjadi korban.
-
News •Kejati DKI Terima 14 SPDP Tersangka Kerusuhan 22 MeiSPDP itu dikeluarkan untuk sebagian dari 447 orang yang sudah ditetapkan tersangka kerusuhan.
-
News •Polisi akan Periksa Eks Anggota Tim Mawar Terkait Kerusuhan 22 Mei"Masih dalam perencanaan penyidik dan sesegera mungkin akan kita panggil," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra
-
News •Kivlan Zen Ngacir usai Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Penyandang Dana 22 MeiKivlan yang mengenakan kemeja biru dan celana hitam itu langsung lari menuju Toyota Avanza berwarna hitam. Mobil tersebut langsung tancap gas keluar Polda Metro Jaya tanpa pengawalan.
-
News •Kompolnas: Tak Ada Satu Pun Laporan Terkait Kerusuhan 22 MeiKomisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Bekto Suprapto menyampaikan, pihaknya tentu mengawasi tugas dan wewenang Polri. Namun khusus terkait kerusuhan 22 Mei 2019 lalu, tidak ada satu pun laporan masuk terkait pelanggaran aparat.
-
News •Didesak Bentuk TGPF, Jokowi Minta Polisi Diberi Waktu Khusus Ungkap Kerusuhan 22 MeiJokowi memastikan pengusutan tentang kasus kerusuhan dan pembunuhan di peristiwa tersebut akan berjalan secara parelel. Nantinya, kata dia, dalam mengusut kasus ini pihak kepolisiaan juga bisa menggandeng Komnas HAM.
-
News •Ada Pihak Sengaja Buat Situasi Politik Indonesia Panas TerusKoordinator Komite Pemilih Indonesia (TePI), Jerry Sumampouw, berharap Kepolisian segera mengusut tuntas. "Orang yang sengaja membuat kerusuhan, kekacauan politik di Indonesia. Dan ini yang menjadi tugas dari kepolisian untuk mencari orang-orang itu ya," katanya.
-
News •Polri Kembangkan Dugaan Adanya Aktor Lain Kerusuhan 22 MeiKadiv Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal menyampaikan, Polri tidak pernah menyebut mereka sebagai dalang kerusuhan 22 Mei 2019. Namun begitu, penyelidikan akan terus dikembangkan, bahkan hingga dugaan adanya aktor intelektual di atas para tersangka itu.
-
News •Menkum HAM Sebut Ada Peluru Tajam Saat Demo 22 Mei Tetapi Bukan Standar PolriMenkum HAM Dengar dari Komnas HAM Kalau Polisi Pakai Peluru Tajam Saat 22 Mei. Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan ada penggunaan peluru tajam. Namun, kata dia, Polri tidak tahu siapa yang menembakkan peluru tersebut.
-
News •Wiranto Minta Masyarakat Sabar Soal Dalang Kerusuhan 21-22 MeiWiranto Minta Masyarakat Sabar Soal Dalang Kerusuhan 21-22 Mei. Karenanya, menurut dia proses ini masih panjang. Sehingga jika ada yang meminta untuk mengungkapkan siapa dalang kerusuhan, waktunya belum tepat.
-
News •Menkum HAM Nilai TGPF Kerusuhan 21-22 Mei Belum Perlu DibentukMenkum HAM Nilai TGPF Kerusuhan 21-22 Mei Belum Perlu Dibentuk. Ini menanggapi desakan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) agar pemerintah segera membentuk TGPF kerusuhan 21-22 Mei.
-
News •Kapolri Pilih Gandeng Komnas HAM Ketimbang Bentuk TGPF Demo 22 MeiMantan Kapolda Metro Jaya ini mengakui, tim investigasi adanya kelemahan. Karena pihak kepolisian memiliki ruang terjadinya konflik kepentingan. Untuk itu pihak kepolisian membuka komunikasi dengan Komnas HAM.
-
News •Komnas HAM Minta Polri Beri Akses Keluarga Bertemu Pelaku Kerusuhan 22 MeiDia mengatakan permintaan itu sudah disepakati bersama Polri. Namun, Taufan belum mencoba untuk mengunjungi lagi para pelaku kerusuhan.
-
News •Komnas HAM Siap Gabung TGPF Kerusuhan 22 MeiDia melanjutkan, selama ini Komnas HAM selalu berkomunikasi dengan berbagai pihak untuk menyelesaikan kasus kerusuhan tersebut. Karena itu, Taufan berharap kasus kerusuhan bisa segera diselesaikan.
-
News •Kapolri Duga Ada Pengguna Senjata Selain Kelompok Kivlan di Kerusuhan 22 MeiMantan Kapolda Metro Jaya ini menegaskan, pihaknya tengah melakukan investigasi tentang banyaknya korban berjatuhan baik dari aparat petugas maupun massa.
