BPKN
-
Ekonomi •BPKN Catat 792 Aduan Masyarakat per Agustus 2022, Terbanyak di Sektor Jasa KeuanganBadan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mencatat ada 792 pengaduan per 12 Agustus 2022. Dari total tersebut, diperkirakan kerugian yang diderita konsumen mencapai Rp 1,2 triliun.
-
News •BPKN Ingatkan Masyarakat Tak Tertipu Diskon Palsu HarbolnasHeru menambahkan, melihat jumlah Pengaduan terkait e-commerce yang cukup tinggi, pihaknya mengimbau agar konsumen memperhatikan sejumlah hal sebelum berbelanja secara online agar terhindar dari kerugian maupun tindak kejahatan.
-
Ekonomi •BPKN Ingatkan Pentingnya Perlindungan Data Konsumen di Platform DigitalRizal mendukung sistem perdagangan elektronik melalui platform digital berbasiskan daring yang terus bertumbuh. BPKN berharap platform perdagangan digital yang ada di Indonesia bisa menjadi promosi dan etalase bagi produk-produk UMKM dalam negeri.
-
News •Sekolah Mulai Dibuka Kembali, BPKN Ingatkan Masih Banyak Anak yang Belum DivaksinasiKegiatan pembelajaran tatap muka secara serempak akan dimulai pada awal September ini. Menurut rencana, jika pembelajaran tatap muka diterapkan secara serempak, maka akan dilakukan maksimal dua kali dalam sepekan dengan durasi dua jam setiap harinya.
-
Ekonomi •Kerugian Konsumen Hingga Juli 2021 Capai Rp1,06 T, Terbanyak dari Jasa KeuanganBadan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mencatat, total kerugian konsumen hingga 22 Juli 2021 mencapai Rp1,06 triliun. Di mana kategori pengaduan paling tinggi terjadi pada jasa keuangan 2.050 kasus, diikuti jasa e-commerce 364 kasus, perumahan 145 kasus, jasa telekomunikasi 36 kasus dan jasa transportasi 20 kasus.
-
News •Sudah Banyak Korban, BPKN Ingatkan Warga Tak Tergiur Pinjol IlegalBadan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mengingatkan masyarakat untuk tidak tergiur iming-iming pinjaman online (pinjol) ilegal. Lembaga ini sudah banyak menerima pengaduan warga yang menjadi korban.
-
Ekonomi •BPKN Soroti Peningkatan Ancaman Kejahatan Layanan Kesehatan Jelang LebaranBadan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN RI) melihat permasalahan perlindungan konsumen selama dan menjelang Ramadan dan Idulfitri 2021 mengalami peningkatan. Khususnya terkait layanan kesehatan atas penanganan pandemi Covid-19 yang membahayakan keselamatan masyarakat selaku konsumen.
-
Ekonomi •BPKN: Kerumunan di Pasar Tanah Abang Akibat Belum Maksimalnya Proses PenyesuaianRizal menilai, kasus pelanggaran protokol kesehatan di pasar Tanah Abang tersebut akibat belum maksimalnya proses penyesuaian perilaku masyarakat di masa pandemi Covid-19. Termasuk dalam aktivitas berbelanja.
