Kependudukan
-
Politik •Fakta Unik: Sumut Dukung Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025-2029 Demi Indonesia Emas 2045Pemprov Sumut serius mendukung Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025-2029 BKKBN untuk wujudkan Indonesia Emas 2045. Apa saja fokus utamanya?
-
News •Fakta Mengejutkan: 18 Kelahiran per 1.000 Remaja, BKKBN Gandeng Tokoh Agama Tekan Pernikahan DiniBKKBN menggandeng tokoh agama dan masyarakat untuk menekan angka pernikahan dini yang masih tinggi, dengan 18 kelahiran per 1.000 remaja usia 15-19 tahun di Indonesia.
-
News •Lebih dari 300 Pensiunan BKKBN Ikuti Jambore Nasional Juang Kencana VIII di Yogyakarta: 'Old Soldier Never Dies'!Ratusan pensiunan BKKBN dari seluruh Indonesia berkumpul di Yogyakarta untuk Jambore Nasional Juang Kencana VIII, membuktikan semangat pengabdian mereka tak lekang oleh waktu.
-
News •Fakta Mengejutkan: 19,8% Stunting Nasional! Kemendukbangga dan Fatayat NU Bersatu dalam Pencegahan Stunting dan Pernikahan Dini Demi Indonesia Emas 2045Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) menggandeng Fatayat NU untuk memperkuat Pencegahan Stunting dan Pernikahan Dini, langkah krusial menuju Indonesia Emas 2045. Mengapa kolaborasi ini penting?
-
Politik •Terungkap! Pemilih Lahir 1930 Masih Aktif, Dispendukcapil Lumajang Beberkan Fenomena 'Pemilih Hantu' dalam Daftar PemiluDispendukcapil Lumajang kembali menyoroti fenomena 'pemilih hantu' dalam daftar pemilu, termasuk data warga yang lahir tahun 1930. Apa penyebab data ini sulit diperbarui?
-
Politik •Waspada Modus Baru! Disdukcapil Batam Imbau Jangan Panik, Ini Cara Hindari Penipuan IKDDisdukcapil Batam mengingatkan warga untuk waspada terhadap modus penipuan IKD yang merugikan jutaan rupiah. Kenali ciri-cirinya agar tidak menjadi korban penipuan IKD!
-
News •Bonus Demografi Sulawesi Utara: Generasi Muda Penentu Masa Depan Emas Indonesia 2045Kepala Disdukcapil Sulut tegaskan Bonus Demografi Sulawesi Utara ada di tangan generasi muda. Akankah mereka mampu membawa Indonesia menuju puncak kejayaan 2045?
-
News •UNFPA Soal Kependudukan: Jutaan Orang Tidak Bisa Miliki Jumlah Anak yang DiinginkanDana Kependudukan Perserikatan Bangsa-bangsa atau UNFPA mencatat jutaan orang tidak bisa memiliki jumlah anak yang diinginkan.
