kimia farma
-
Ekonomi •Kimia Farma Raup Laba Rp160 Miliar di Semester I-2020Pendapatan perseroan hingga triwulan I-2020 tercatat sebesar Rp2,4 triliun atau meningkat 32,37 persen dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya Rp1,8 triliun. EBITDA margin juga meningkat dari Rp133,2 miliar di triwulan I-2019 menjadi Rp246,9 miliar.
-
Ekonomi •Tangani Corona, BPJS Kesehatan Miliki Utang Rp1 Triliun Pada Kimia FarmaMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menyatakan BPJS Kesehatan masih memiliki utang kepada PT Kimia Farma sebesar Rp1 triliun. Utang tersebut berkaitan dengan penanganan pandemi Covid-19 yang dilakukan Kimia Farma.
-
Ekonomi •Penyebab Indonesia Masih Impor Bahan Baku ObatKimia Farma mendapatkan izin untuk mengembangkan bahan baku obat chemical. Beberapa bahan baku obat yang baru diproduksi Kimia Farma yaitu atorvastatin dan simvastatin.
-
Ekonomi •Kimia Farma Impor 10.000 Box Rapid Test Covid-19 dari BelandaDari jumlah tersebut, sebanyak 6.500 box sudah didistribusikan ke fasilitas layanan kesehatan, laboratorium pemeriksaan Covid-19 dan dinas kesehatan berbagai tingkat.
-
Ekonomi •Kimia Farma Produksi 13 Juta Tablet Obat Alternatif Covid-19Kimia Farma juga memproduksi 1 juta obat Hydroxychloroquine. Obat jenis nantinya akan didistribusikan ke rumah sakit pemerintah baik di pusat maupun daerah, rumah sakit swasta dan instansi kesehatan.
-
Ekonomi •Kimia Farma Jual Masker Rp2.000 per LembarMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melakukan peninjauan di apotek Kimia Farma di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Dia memastikan apotek Kimia Farma tidak memark up harga masker imbas penyebaran virus Corona di Indonesia.
-
Ekonomi •Bos Kimia Farma: Semua Stok Masker N95 HabisVerdi mengatakan bahwa masker-masker tersebut untuk para petugas yang sedang menjalankan tugas preventif di 19 kota yang menjadi pintu gerbang masuk ke Indonesia dalam rangka mencegah penyebaran virus corona.
-
Ekonomi •Laba Meningkat di 2018, Kimia Farma Sebar Deviden Rp 83,8 MiliarKimia Farma mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 27,27 persen jika dibandingkan dengan Rp 331,7 miliar di 2017. Capaian tersebut didukung oleh peningkatan pendapatan sebesar 21,65 persen dari Rp 6,13 triliun menjadi sebesar Rp 7,45 triliun.
-
Ekonomi •Saham Phapros Dinilai Bakal Meningkat Setelah Diakuisisi Kimia FarmaMenurut analis, nilai saham Phapros yang sempat menguat dan terus stabil di kisaran Rp 2.000-an per lembar saham terjadi karena sentimen pasar yang positif terhadap akuisisi serta baiknya perfoma korporasi Phapros.
-
Kimia Farma Rilis Aplikasi Mediv, Toko Online Produk Kesehatan dan KosmetikPT Kimia Farma (Persero) Tbk atau Kimia Farma meluncurkan aplikasi mobile bernama Mediv. Platform digital Mediv ini diciptakan untuk memudahkan masyarakat melakukan jual-beli produk kesehatan (healthcare) dan kosmetik berkualitas.
-
Ekonomi •Usai Akuisisi Phapros, Kimia Farma Lakukan Right IssueDirektur Utama Kimia Farma Honesti Basyir mengatakan, pihaknya akan mencari investor dalam proses akuisisi sekitar 56,8 persen total saham Phapros. Salah satunya dengan memberi kesempatan investor lama untuk menyerap saham baru tersebut atau Right Issue.
-
Ekonomi •Resmi Akuisisi Phapros, Kimia Farma Rogoh Rp 1,36 TriliunAkuisisi ini dinilai akan memperluas akses layanan kesehatan dan produk farmasi dalam mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk rakyat Indonesia. Selain itu juga akan menciptakan efisiensi biaya operasional dan distribusi barang, meningkatkan diversifikasi portofolio produk.
-
Ekonomi •Kimia Farma & Phapros Resmi Gabung,Komitmen Majukan Industri Farmasi untuk Masyarakat“Ini menjadi salah satu momentum bersejarah bagi RNI dalam mendukung penuh sinergi BUMN. Sebagai agen pembangunan negara, kami turut mendorong tercapainya cita–cita pemerintah termasuk dalam percepatan pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan,“ tutur Direktur Utama RNI, B. Didik Prasetyo.
-
Ekonomi •September 2018, laba Kimia Farma tumbuh 17,35 persenPT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) meraih laba Rp 225,28 miliar atau Rp 40,56 per saham hingga September 2018. Angka itu tumbuh 17,35 persen dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu yaitu Rp 191,96 miliar atau Rp 34,56 per saham.
-
Ekonomi •Siapkan dana Rp 3,5 triliun, Kimia Farma bersiap akuisisi 3 rumah sakitSumber pendanaan yang digunakan untuk aksi korporasi tersebut berasal dari kas internal dan pinjaman sindikasi perbankan. Hingga kini, terdapat beberapa perbankan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang siap mendanai rencana akuisisi tersebut.
-
Ekonomi •Kimia Farma sebar dividen Rp 90 miliar, setara 30 persen laba bersih 2017Perusahaan pelat merah ini juga berhasil membukukan arus kas bersih dari aktivitas pendanaan tahun 2017 mencapai Rp 1,15 triliun atau meningkat 145,31 persen jika dibandingkan dengan tahun 2016 sebesar Rp 467,56 miliar yang digunakan untuk modal kerja, investasi rutin, dan pengembangan usaha.
-
Ekonomi •Kimia Farma akan bangun pabrik di Arab Saudi, nilai investasi tembus Rp 1 triliun"Kajian bisnis pengembangan pabrik di Arab Saudi dalam proses penyelesaian. Mulai dibangun pada tahun 2020 dan ditargetkan beroperasi pada tahun 2022," kata Deputi GM Kimia Farma Dawaa, Ida Rasita.
-
Ekonomi •Lewat akuisisi, Kimia Farma lebarkan sayap bisnis ke Arab SaudiKimia Farma melakukan akuisisi saham Dawaa melalui penyertaan modal atau investasi sebesar SAR 38 juta (dalam Arab Saudi Riyal) dengan skema pemesanan saham baru (Share Subscription). Dengan demikian, Kimia Farma menjadi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan saham sebesar 60 persen.
-
Ekonomi •Kimia Farma resmikan klinik Hemodialisa dan apotek ke 1.000 di BandungPT Kimia Farma (Persero) Tbk (Persero) meresmikan klinik Hemodialisa sekaligus menggelar launching apotek yang ke 1.000. Acara tersebut diresmikan oleh Wakil Walikota Bandung, Oded Muhammad Danial dan Direktur Utama Kimia Farma, Honesti Basyir.
-
Ekonomi •Gandeng Telkom, Kimia Farma kembangkan digitalisasi bisnisProses digitalisasi Kimia Farma Apotek meliputi penyediaan infrastruktur cloud dan jaringan (network), hardware, serta sistem aplikasi terpadu yang sekaligus terintegrasi dengan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) yang sudah diterapkan oleh Kimia Farma sejak Oktober 2016.
