lapindo
-
Ekonomi •PT Lapindo Belum Bayar Utang Rp2 Triliun ke NegaraDirektur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Rionald Silaban mengatakan PT Lapindo Minarak Jaya (LMJ) masih belum membayarkan utangnya kepada negara dengan jumlah sebesar Rp 2 triliun. Adapun utang yang dibebankan kepada Lapindo berupa dana talangan penanggulangan lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur.
-
Ekonomi •Pemerintah Mulai Tagih Dana Talang Kasus Lumpur LapindoDirektur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Kementerian Keuangan, Rionald Silaban mengatakan, pemerintah sudah menunjuk kuasa kepada Kejaksaan Agung menyelesaikan kasus ini. Bahkan mereka telah menyampaikan pandangan pemerintah kepada pihak PT Lapindo Brantas.
-
Ekonomi •Lapindo Protes Sebut Nilai Pelunasan Utang ke Pemerintah Terlalu TinggiSurat tersebut pun telah dibalas Pemerintah. Menurut pemerintah, nilai yang telah ditetapkan sudah sesuai dengan akibat yang muncul dari semburan lumpur panas yang terjadi di Sidoarjo, Jawa Timur.
-
Ekonomi •Terus Tagih Utang Lapindo, Ini Penjelasan KemenkeuDirektur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Rionald Silaban mengatakan, pihaknya masih terus berkomunikasi dengan Lapindo. Saat ini, pemerintah kembali mengirimkan tanggapan terkait utang Lapindo.
-
Ekonomi •Beda dengan Kasus TMII, Pemerintah Diminta Tagih Utang LapindoUtang tersebut berupa dana talangan penanggulangan lumpur, yang telah jatuh tempo pada 10 Juli 2019 lalu. Karena itu, negara tak boleh lembek alias perlu tegas agar sisa tagihan bisa dilunasi.
-
Ekonomi •Pemerintah Diminta Lebih Galak Tagih Utang LapindoEkonom sekaligus Direktur Riset CORE Indonesia, Piter Abdullah, meminta pemerintah lebih galak untuk menyelesaikan persoalan piutang Lapindo Brantas Inc dan PT Minarak Lapindo Jaya. Seperti diketahui, perusahaan tersebut memiliki utang kepada pemerintah sebesar Rp773 miliar.
-
Ekonomi •Kemenkeu Izinkan Lapindo Bayar Utang Pakai AsetDirektur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu, Isa Rachmatarwata mengatakan, pemerintah terus berupaya menyelesaikan persoalan piutang Lapindo Brantas Inc dan PT Minarak Lapindo Jaya. Seperti diketahui, perusahaan tersebut memiliki utang kepada pemerintah sebesar Rp773 miliar.
-
Ekonomi •Tanggapan Kemenkeu Soal Lapindo Tawarkan Aset untuk Bayar UtangDirektur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Isa Rachmatarwata mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan besaran nilai aset dari PT Lapindo Brantas Inc dan PT Minarak Lapindo, yang ditawarkan untuk membayar utang kedua perusahaan tersebut.
-
Ekonomi •Lapindo Tawarkan Aset Perusahaan Demi Lunasi Utang Kepada NegaraDirektorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan kembali buka suara terkait utang PT Lapindo Brantas Inc dan PT Minarak Lapindo. Keduanya disebut belum melunasi utang kepada pemerintah yang sudah jatuh tempo pada 10 Juli 2019 lalu yang mencapai sebesar Rp773 miliar.
-
Ekonomi •Kementerian PUPR Alokasikan Rp239,7 Miliar untuk Pengendalian Lumpur LapindoKegiatan Pengendalian Lumpur Sidoarjo terdiri penanganan luapan lumpur, pembangunan tanggul dan infrastruktur lainnya serta pemeliharaan tanggul dan infrastruktur lain.
-
Ekonomi •Tak Bayar Utang, Lapindo Brantas Dapat Surat Tagihan dari KemenkeuDirektur Jenderal Kekayaan Negara (Dirjen KN) Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata mengatakan, pihaknya sudah melayangkan surat penagihan pertama kepada Lapindo untuk utang jatuh tempo. Jika sampai penagihan ketiga utang tak juga dibayarkan, maka pemerintah berhak ambil alih aset Lapindo.
-
Ekonomi •Pemerintah Bakal Terjunkan PUPN Jika Lapindo Terus Mangkir Bayar Utang Rp773 MiliarPanitia Urusan Piutang Negara (PUPN) yang terdiri dari Kementerian Keuangan, Kepolisian, Kejaksaan, Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah akan turun tangan apabila Lapindo belum juga melakukan pembayaran utang.
-
Ekonomi •Kemenkeu Kejar Utang Lapindo yang Jatuh Tempo Senilai Rp773 MiliarPemerintah masih menghitung berapa nilai jaminan sertifikat tanah yang telah diserahkan kepada pemerintah. Jika nantinya jaminan tersebut tidak cukup maka Kemenkeu akan menagih jaminan lain agar utang Lapindo lunas.
-
Ekonomi •Rp773 M Utang Harus Lunas Juli 2019, Lapindo Baru Bayar Rp5 MLapindo Brantas Inc dan PT Minarak Lapindo Jaya belum memenuhi kewajibannya untuk melunasi utang kepada pemerintah. Padahal, dalam perjanjian yang diteken pada Juli 2015, disebutkan utang tersebut harus lunas pada Juli 2019. Utang ini berasal dari pinjaman yang diberikan pemerintah untuk melunasi pembelian tanah.
-
Ekonomi •SKK Migas Bantah Pemerintah Punya Utang ke LapindoUtang yang dianggap tersebut merupakan Unrecovered Cost atau biaya penggantian kegiatan pencarian minyak dan gas (migas) (cost recovery) ke operator oleh negara. Di mana biaya atas operasi migas Lapindo Brantas Inc dan PT Minarak Lapindo Jaya di Wilayah Kerja Migas Brantas.
-
Ekonomi •Penjelasan Kemenkeu soal Negara Punya Utang ke Lapindo"Mereka mengklaim punya hak cost recovery, dari operasi mereka, kami sudah diskusikan ini. Kalau soal cost recovery itu kan bukan urusan kami, makanya kami mesti cek dulu."
-
Ekonomi •Raih hak kelola Blok Brantas, Lapindo janjikan lifting gas 150 mmscfdPresiden Direktur Lapindo Brantas Inc, Faruq Adi Nugroho, mengatakan produksi gas pihaknya saat ini berada di kisaran 20-25 mmscfd dan akan terus ditingkatkan hingga akhir 2018. Akhir tahun, target kita meningkat antara 30-35 mmscfd. Menurut rencana, kita akan semakin meningkat sampai 100 mmscfd pada 2022-2023.
-
Ekonomi •Akibat semburan lumpur Sidoarjo, Blok Brantas tak diminatiDjoko Siswanto menilai kasus tersebut menyisakan kekhawatiran bagi pihak kontraktor, sehingga tak berani mengajukan penawaran kelola Blok Brantas. Djoko Siswanto menyampaikan, kasus lumpur Sidoarjo itu memang masuk ke dalam pertimbangan Kementerian ESDM untuk memilih pihak kontraktor.
-
Ekonomi •PT Lapindo kembali kelola Blok Brantas selama 20 tahunDirektur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM Djoko Siswanto, mengatakan Lapindo sebelumnya sudah menyelesaikan persyaratan administrasi untuk menandatangani kontrak. Selain itu, Lapindo sudah membayar bonus tanda tangan senilai USD 1 juta atau sebesar Rp 14,5 miliar.
-
News •Diduga karena pondasi tak kuat, beton tanggul lumpur Lapindo robohInformasi yang dihimpun PulseFeed, bangunan pagar setinggi sekitar 2 meter dengan panjang sekitar 2,5 kilo meter itu roboh sejak sejak Rabu (6/12) lalu. Padahal, bangunan pagar cor itu baru dikerjakan pada akhir tahun 2017.
