PANDI
-
Jaga Kedaulatan Internet: PANDI Gelar Konferensi dan Expo Ketahanan Digital IndonesiaPengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) berkomitmen mendukung ketahanan digital di Indonesia. Caranya, menggelar kegiatan Konferensi dan Expo Ketahanan Digital atau Indonesia Digital Resilience Conference and Expo (ID-RES) pada 24-25 Agustus di Yogyakarta.
-
Terdaftar di PSE Kominfo, Platform Penyingkatan Link S.id Punya Tiga Fitur AndalanDi dunia internet, sebuah tautan pendek dengan nama unik menjadi jamak saat ini. Tujuannya untuk mengarah ke halaman utama satu website misalnya. Mari gunakan S.id untuk memperpendek tautann Anda.
-
PANDI Dukung Acara Kebaya Berdansa demi Sukseskan Kebaya Goes to UNESCODukungan terhadap Gerakan Kebaya goes to UNESCO terus mengalir dari berbagai Komunitas. Yang terbaru datang dari Forum Bhinneka Indonesia (Forbhin). Acara ini berkolaborasi dengan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), Asosiasi Komunitas Musisi Indie Kreatif (Askomik), Universal Line Dance (ULD).
-
10 Brand Ini Jadi Target Serangan Phishing, Nomor 5 Populer di IndonesiaIndonesia Anti-Phishing Data Exchange (IDADX) membuat daftar 10 nama organisasi atau brand yang menjadi target serangan phishing pada kuartal II tahun ini. Total ada 5.579 laporan phishing yang terjadi selama kuartal II.
-
Waspadalah! Serangan Phishing ke Domain .id Makin CanggihIndonesia Anti-Phishing Data Exchange (IDADX) yang dikelola Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) melaporkan data phishing periode kuartal II tahun ini. Per 30 Juni, IDADX mencatat 44.279 data phishing yang "menyerang" domain .id. Ada kenaikan sebesar 5.579 laporan dibandingkan kuartal I lalu.
-
PANDI soal Aturan PSE: Tujuannya Agung!Ketua Dewan Pengurus Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), Yudho Giri Sucahyo mengatakan, aturan Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) lingkup privat adalah bertujuan baik. Melindungi masyarakat dari upaya-upaya tidak baik di dunia internet.
-
Setelah Rilis Laman Tradisikebaya.id, PBI Gelar Acara Jalan Sehat Berkebaya di BogorGerakan Kebaya Goes to UNESCO juga didukung oleh Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI). Bersama beberapa komunitas termasuk PBI, mereka meluncurkan laman tradisikebaya.id, pekan lalu.
-
Kebaya Goes to UNESCO, PANDI dan Dian Sastro Luncurkan Laman tradisikebaya.idPengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) bersama beberapa komunitas budaya, seperti Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI), Yayasan Budaya Nusantara Digital (YBND), Yayasan Kebudayaan Rancage, dan Seluas Tanah Merah (STM) akan meluncurkan laman tradisikebaya.id.
-
Digitalisasi Aksara Daerah PANDI Masuk Gerakan Nasional Revolusi Mental Kemenko PMKKemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) bekerja sama mengenai upaya pelestarian, pengembangan dan pembinaan budaya nusantara. Serta memperkenalkan kembali aksara-aksara nusantara dalam format digital.
-
PANDI Luncurkan Laman Indonesiabangga.id, Direktori Atlet Nasional Berprestasi DuniaPengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) meluncurkan laman resmi bernama Indonesiabangga.id. Ini wadah direktori para atlet yang berprestasi dan membawa harum nama bangsa Indonesia di kancah dunia.
-
Penerapan Aksara Nusantara di Platform Digital Sebentar Lagi TerealisasiRencana penetapan Standar Nasional Indonesia (SNI) terhadap Font, Papan tombol, Transliterasi untuk aksara Jawa, Sunda, dan Bali kembali bergulir pada tahun ini. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI telah mengadakan rapat antarlembaga untuk merealisasikan itu.
-
Selangkah Lagi Aksara Kawi Dapat SNI, PANDI Daftarkan IDN ke Lembaga Internet DuniaPengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) akan mendaftarkan aksara Kawi ke Badan Standardisasi Nasional (BSN) dalam memperoleh Standar Nasional Indonesia (SNI).
-
Jumlah Nama Domain .ID Tembus 554.330Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) menyebutkan saat ini jumlah nama domain yang telah terdaftar sepanjang 2021 sebanyak 554.330. Jumlah itu melampaui dari target yang ditentukan di 2021.
-
Pengumuman, Harga Nama Domain .ID Naik per 1 April 2022Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) mengumumkan harga baru domain .id, yakni Rp 300.000-an yang berlaku per 1 April 2022.
-
PANDI Dukung Kampung Aksara Pacibita di Bantul, YogyakartaPengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) dan Komunitas Kampung Pacibita bersama Dinas Kebudayaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mengembangkan Kampung Aksara Pacibita di Piyungan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.
-
Menko PMK Rekomendasikan Digitalisasi Aksara Daerah Diterapkan di Perangkat DigitalMenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI, Muhadjir Effendi, menerbitkan surat rekomendasi pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI untuk mendorong pemanfaatan hasil digitalisasi aksara Jawa, Bali, dan Sunda dengan memfasilitasi penerapan di perangkat digital yang beredar di Indonesia.
-
Tiga Aksara Daerah Dapat SNI, Kominfo dan PANDI Rayakan Digitalisasi Aksara NusantaraKementerian Komunikasi dan Informatika RI dan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) menggelar selebrasi Digitalisasi Aksara Nusantara di Jakarta, kemarin. Perayaan ini sekaligus menandai kehadiran aksara nusantara di perangkat digital, setelah sukses mengusung pembakuan papan tombol (keyboard) dan font.
-
Susul Aksara Jawa, Bali, dan Sunda, PANDI Akan Daftar Aksara Lampung dan Pegon ke BSNSetelah berhasil mengusung aksara Sunda, Jawa, dan Bali mendapat Standar Nasional Indonesia (SNI), Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) berencana mengusung aksara Lampung & Pegon ke Badan Standardisasi Nasional (BSN). Sebab kedua aksara itu dianggap paling potensial dalam penetapan SNI melalui amandemen.
-
Digitalisasi Aksara Nusantara Selangkah LagiSetahun belakangan, Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) begitu sibuk. Organisasi nirlaba yang mengurus nama domain internet Indonesia sedang mengusahakan agar aksara non latin seperti Jawa, Sunda, Bali, dan lain sebagainya dapat di digitalisasi dalam format Internationalize domain name (IDN).
-
Kongres Aksara Pegon Bahas Standar Digital Fon dan Papan Ketik di Muktamar ke-34 NUDalam Muktamar NU tahun ini, salah satu kegiatan pentingnya adaalah Kongres Aksara Pegon pada 22-23 Desember nanti. Aksara pegon adalah aksara Arab yang digunakan untuk menuliskan bahasa Jawa, Melayu, Sunda, dan sebagainya. Dikenal pula dengan istilah "arab gundul".
