RUU Pemilu
-
Politik •PAN Ingin Angka Batas Parlemen dan Ambang Batas Capres 4%Rancangan Undang-undang (RUU) Pemilu telah memuat satu opsi dalam beberapa isu krusial terkait sistem Pemilu, ambang batas presiden (presidential threshold), dan ambang batas parlemen (parliamentary threshold). Saat draf awal diajukan Komisi II DPR, isu krusial masih berupa opsi-opsi.
-
Politik •Kompetisi 2 Paslon Tak Sehat Bagi Demokrasi, PKS Ingin Ambang Batas Presiden 10%Menurutnya, idealnya di Pilpres ada tiga hingga empat pasang calon. Di situ, akan memungkinkan adanya kontestasi karya dan gagasan.
-
Politik •Komisi II DPR Singgung Rekrutmen Anggota hingga Muncul Arogansi Penyelenggara PemiluDoli sempat protes dengan DKPP bahwa pengisian anggotanya merupakan orang-orang yang pernah bersaing dengan para anggota KPU maupun Bawaslu. Fakta itu tidak bisa disembunyikan.
-
Politik •Ingin Capres Alternatif, PKB Minta Ambang Batas Capres 10-20 PersenWakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid menyebut, partainya masih melakukan kajian soal angka ambang batas parlemen dan capres di RUU Pemilu. PKB ingin angka presidential atau parliamentary treshold lebih rasional.
-
Politik •Komisi II: Ada Arogansi dan Ego Institusi pada 3 Lembaga Penyelenggara PemiluPolitikus Golkar ini melihat semacam arogansi institusi di antara tiga lembaga penyelenggara Pemilu ini. Paling kasat mata soal pemberhentian Ketua KPU RI Arief Budiman yang mengejutkan.
-
Politik •RUU Pemilu: Pilkada Digelar 2022 dan 2023Dua Pemilu ini tidak diserentakan seperti dalam undang-undang kepemiluan yang berlaku. Yaitu Pilpres, Pileg dan Pilkada diserentakan.
-
Politik •RUU Pemilu: Ambang Batas Parlemen 5 Persen dan Ambang Batas Capres 20 PersenDalam draf pemutakhiran tertanggal 26 November 2020, ketentuan mengenai sistem Pemilu, serta ambang batas sudah diatur dengan tegas.
-
Politik •Di Rapat Baleg, Perludem Minta Pilkada 2022 dan 2023 Tetap Digelar"Kami mendukung normalisasi jadwal pilkada yang diatur pasal 734 dan 735 yaitu tetap ada pilkada di 2022 dan 2023, serta pilkada serentak nasional pada 2027," ujar Pembina Perludem Titi Anggraini dalam rapat dengar pendapat umum RUU Pemilu di Baleg DPR RI, Selasa (19/1).
-
Politik •Demokrat Tolak Pilkada Digelar Serentak dengan Pilpres 2024Saat ini, DPR tengah membagas revisi Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (RUU Pemilu). Jika merujuk UU saat ini, Pilkada akan digelar serentak dengan Pemilu 2024.
-
Politik •Tanggapi Kritikan PSI, NasDem Sebut Revisi UU Pemilu untuk Jangka PanjangAnggota Komisi II DPR Fraksi NasDem, Saan Mustopa justru menilai revisi UU Pemilu kali ini untuk kepentingan jangka panjang agar tidak dirubah lagi.
-
Politik •PSI Kritik Revisi UU Pemilu, PDIP Akui Memang Terasa Berat untuk Pendatang BaruAnggota Baleg DPR Fraksi PDIP, Hendrawan Supratikno menilai direvisinya UU Pemilu sudah melalui kajian. Dia tidak memungkiri adanya angka ambang batas memang terasa berat bagi parpol baru.
-
Politik •PSI Kritik Revisi UU Pemilu, PAN Setuju Tidak Diubah Tiap Lima TahunPada dasarnya, dia ingin UU Pemilu di evaluasi setelah berjalan tiga atau empat kali pemilu. Guspardi bilang, komisi II punya komitmen agar UU UU tidak di ganti-ganti.
-
Politik •Perludem: RUU Pemilu akan Perkuat Sistem Presidensial dan Kurangi Beban KPUPerludem memandang, pembenahan keserentakan perlu dilakukan bukan hanya untuk Pemilu nasional. Tetapi juga Pemilu di tingkat daerah. Pemisahan dua rezim Pemilu itu diperlukan.
-
Politik •Komisi II Ungkap Konsep Pemilu Serentak dalam Revisi UU Pemilu Masih PrematurAnggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus menyebut ada usulan Pilkada tahun 2022 dan 2023 tetap digelar. Sedangkan untuk penyelenggaraan Pilkada secara serentak dilakukan di tahun 2027.
-
Politik •Gerindra dan PAN Minta Draf RUU Pemilu Disempurnakan Komisi IIAnggota Komisi II dari Fraksi Partai Gerindra, Heri Gunawan mengusulkan agar DPR mengembalikan draf RUU Pemilu ke pengusul untuk disempurnakan. Sehingga menurutnya, saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk menggelar rapat pembahasan RUU tersebut.
-
Politik •Demokrat Usul RUU Pemilu Dibahas di Baleg, Ajak Libatkan Partai Non ParlemenJika dibahas di Baleg maka RUU Pemilu bisa menjadi kepentingan seluruh partai politik. Tidak hanya partai di DPR, tetapi juga partai non parlemen.
-
Politik •Komisi II Sebut Penyusunan Draf RUU Pemilu Alot di Isu Krusial, Belum Ada KeputusanSaan menuturkan, saat pembahasan di Panja internal Komisi II, muncul pendapat berbeda-beda mengenai isu krusial RUU Pemilu. Tidak ada keputusan bulat karena banyak beda pendapat antar fraksi.
-
Politik •Baleg DPR Sebut Draf RUU Pemilu Belum Utuh, Tak Penuhi Kaidah Pembentukan UUAnggota Baleg Fraksi Golkar, Firman Soebagyo menilai, RUU yang masuk ke Baleg seharusnya sudah final dalam bentuk draf yang sudah disepakati di internal komisi pengusul.
-
Politik •PKS Usul Dapil Nasional Khusus untuk Pimpinan Partai PolitikMuzzamil mengatakan, jika masih menerapkan dapil dengan batasan daerah, pimpinan partai politik itu hanya mewakili dapil dalam lingkup yang sempit. Hanya mewakili beberapa kabupaten/kota.
-
Politik •Revisi UU Pemilu, Gerindra Usul Anggota DPR Tak Perlu Mundur Jika Maju Pilkada"Tapi kemudian itu menjadi terhalang mencalonkan diri sebagai kepala daerah, karena harus memilih tetap menjadi legislator atau kepala daerah," ucap Syafii.
