Tumbuh Kembang Anak
-
News •PP Tunas Perlindungan Anak: Aktivis Kaltara Apresiasi Pembatasan Platform Digital untuk AnakAktivis perempuan Kalimantan Utara menyambut baik pemberlakuan PP Tunas Perlindungan Anak, sebuah regulasi yang membatasi akses platform digital bagi anak di bawah 16 tahun, sebagai langkah krusial untuk melindungi tumbuh kembang generasi muda dari risiko
-
News •IDI Kudus Dukung Pembatasan Medsos Anak di Bawah 16 Tahun Demi Tumbuh Kembang OptimalIkatan Dokter Indonesia (IDI) Kudus mendukung penuh kebijakan Pembatasan Medsos Anak di bawah 16 tahun. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah gangguan tumbuh kembang dan masalah akademik yang kian mengkhawatirkan.
-
Politik •PP Tunas: Investasi Masa Depan Bangsa, Anggota DPR Soroti Perlindungan Anak di Era DigitalAnggota DPR RI tegaskan PP Tunas sebagai investasi karakter bangsa, membatasi media sosial bagi anak di bawah 16 tahun demi masa depan generasi muda dan mengembalikan peran keluarga.
-
News •Pembatasan Media Sosial Anak: Akademisi Unsoed Tekankan Dukungan Multi-Sektor untuk Implementasi PP TunasKebijakan pembatasan media sosial anak melalui PP Tunas membutuhkan dukungan lintas sektor agar implementasinya efektif, terutama di tingkat daerah, menurut akademisi Unsoed.
-
News •Seni Lukis Tiup: Metode Kreatif YPK Bali Cegah Anak-anak Kecanduan MedsosDi tengah maraknya kecanduan media sosial pada anak, Yayasan Peduli Kemanusiaan (YPK) Bali menawarkan solusi inovatif: seni lukis tiup. Program ini tidak hanya mengasah kreativitas tetapi juga efektif cegah anak-anak kecanduan medsos.
-
News •IDAI Dukung Penuh PP Tunas: Perkuat Perlindungan Anak dari Dampak Negatif Media SosialIkatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyambut baik Peraturan Pemerintah (PP) Tunas Nomor 17 Tahun 2025 sebagai langkah krusial untuk melindungi tumbuh kembang anak dari efek negatif media sosial yang kian mengkhawatirkan.
-
News •IDAI Tekankan Pentingnya Aktivitas Fisik Anak di Tengah Pembatasan Media SosialIkatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan pentingnya aktivitas fisik anak dan interaksi langsung bagi tumbuh kembang optimal di tengah penerapan pembatasan media sosial melalui PP Tunas.
-
News •Sosiolog Unhas: Pembatasan Medsos Anak Langkah Strategis Bangun Karakter Generasi MudaKebijakan **pembatasan medsos anak** usia di bawah 16 tahun mulai berlaku bertahap 28 Maret 2026. Sosiolog menilai ini strategis untuk membangun karakter dan melindungi anak di ruang digital, serta penting untuk proses sosialisasi alami anak.
-
News •Psikolog Ungkap Manfaat Positif Pembatasan Media Sosial untuk Tumbuh Kembang AnakSeorang psikolog dari Universitas Paramadina menjelaskan berbagai manfaat positif pembatasan media sosial bagi anak, mulai dari stabilitas emosi hingga peningkatan fokus dan kreativitas.
-
News •Pembatasan Medsos Anak di Bawah 16 Tahun Dukung Tumbuh Kembang OptimalDokter spesialis anak dan Kemenkomdigi sepakat bahwa pembatasan medsos anak di bawah 16 tahun melalui PP Tunas sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang optimal serta menjaga privasi anak di ruang digital.
-
News •Pengembangan RTH dan Perpustakaan DKI Jakarta Dukung Aktivitas Anak di Dunia NyataPemprov DKI Jakarta gencar melakukan Pengembangan RTH dan Perpustakaan DKI untuk anak-anak, sejalan dengan PP Tunas 2025, guna mendorong aktivitas positif dan interaksi sosial di dunia nyata.
-
News •Disdik Sulsel Instruksikan Sekolah Siapkan SOP Pembatasan Gawai di Sekolah, Tangkal Dampak NegatifDinas Pendidikan Sulawesi Selatan menginstruksikan seluruh SMA sederajat siapkan SOP pembatasan gawai di sekolah untuk menangkal dampak negatif gawai pada tumbuh kembang siswa dan mencegah paparan konten tidak sesuai usia.
-
News •Pemprov Babel Dukung Kebijakan Komdigi untuk Pembatasan Medsos Anak di Bawah 16 TahunPemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyambut baik kebijakan Komdigi terkait pembatasan medsos anak di bawah 16 tahun, langkah strategis untuk melindungi tumbuh kembang generasi muda dari dampak negatif digital.
-
News •Strategi Efektif Orang Tua Mengurangi Waktu Layar Anak dengan Aktivitas MenarikOrang tua perlu kreatif mencari alternatif kegiatan menarik untuk mengurangi waktu layar anak. Simak tips dari psikolog terkemuka untuk membantu anak mengembangkan diri di dunia nyata dan mempererat hubungan keluarga.
-
News •Kiat Dokter Atasi Anak "Picky Eater": Kenalkan Makanan Lewat Sensory Play dan Food HierarchyDokter spesialis anak dr. Ian Suryadi Suteja membagikan kiat jitu mengatasi anak "picky eater" dengan metode sensory play dan sensory food hierarchy, serta pentingnya deteksi alergi susu sapi.
-
News •Panti Sosial Cipayung Optimalkan Tumbuh Kembang 103 Anak dengan Layanan Kesehatan dan TerapiPanti Sosial Cipayung, melalui PSAA Tunas Bangsa, menyediakan layanan kesehatan dan terapi komprehensif untuk 103 anak guna memastikan tumbuh kembang optimal mereka.
-
Politik •Satgas Yonif 511 Luncurkan Posyandu Badak Hitam School di Lanny Jaya, Inovasi Layanan Terpadu untuk AnakSatgas Yonif 511/DY meluncurkan Posyandu Badak Hitam School di Lanny Jaya, Papua Pegunungan, sebuah terobosan layanan terpadu yang fokus pada tumbuh kembang optimal anak.
-
News •Komdigi Soroti Peningkatan Risiko Anak di Ruang Digital pada Usia DiniKomdigi menyoroti eskalasi risiko anak di ruang digital seiring tren masuknya anak ke dunia maya pada usia yang semakin dini, memicu kekhawatiran serius akan tumbuh kembang mereka.
-
News •Psikolog Ungkap Kunci Cegah Pilih Kasih Orang Tua Demi Tumbuh Kembang Anak OptimalPsikolog klinis membagikan strategi efektif bagi orang tua untuk mencegah sikap pilih kasih, memastikan setiap anak merasa dihargai dan dicintai sesuai kebutuhannya, bukan diperlakukan sama.
-
News •Pemprov Sulbar Ajak Orang Tua Manfaatkan Bulan Vitamin A di Posyandu untuk Tumbuh Kembang Optimal BalitaPemerintah Provinsi Sulawesi Barat gencar mengajak orang tua membawa balita ke posyandu selama Bulan Vitamin A. Ini upaya penting memastikan tumbuh kembang optimal anak di Sulbar.
