Sebentar lagi warga etnis Tionghoa akan merayakan Hari Imlek. Bagi mereka, Imlek merupakan salah satu momen yang sangat dinantikan. Hal ini karena mereka dapat berkumpul dan berbagai kebahagiaan bersama keluarga tercinta.
Menjelang Imlek, kemeriahan biasanya sudah terasa di setiap sudut jalan. Nuansa merah yang khas serta pernak pernik pelengkap menjadikan momen Imlek makin berwarna.
Saat perayaan Imlek, kurang lengkap rasanya jika tak menyajikan makanan imlek di rumah. Bagi warga etnis Tionghoa, makanan yang disajikan saat Imlek adalah makanan yang membawa keberuntungan. Makanan-makanan tersebut memiliki makna tersendiri bagi mereka.
Berikut makanan Imlek yang wajib dihidangkan di rumah yang telah PulseFeed lansir dari liputan6.com.
Advertisement
Kue Keranjang
Kue keranjang merupakan salah satu makanan yang wajib ada di meja makan saat Imlek. Makanan ini menjadi makanan yang populer dan banyak diburu warga etnis Tionghoa.
Kue keranjang yaitu kue tradisional di negara Cina. Kue ini memiliki nama Mandarin Nian Gao. Kue ini berbahan dasar tepung dan menyerupai dodol.
Kue keranjang memiliki makna kekeluargaan. Bentuknya yang lingkaran menandakan kebersamaan yang erat dan tak akan terpisahkan dari sudut manapun. Tak hanya itu, kue ini juga dipercaya sebagai lambang kemakmuran bagi warga etnis Tionghoa.
Ikan Pindang Utuh
Ikan pindang utuh (ikan pindang bandeng) juga menjadi salah satu makanan yang wajib ada saat Imlek. Sejak dulu, orang Cina telah mempercayai bahwa ikan bandeng adalah sumber rezeki bagi mereka.
Ikan bandeng memang dikenal harganya mahal. Tetapi khusus saat perayaan Imlek, saat membelinya tidak diperkenankan untuk menawar. Hal ini karena menurut kepercayaan yang ada, jika menawar dan menyediakan secara tidak utuh dalam satu ekor, maka berarti mengurangi rezeki atau akan terkena sial.
Selain itu, ikan bandeng juga dipercaya sebagai harapan bagi warga etnis Tionghoa dalam menjalankan kehidupan mereka, untuk makin sukses di masa depan serta bagi keturunan mereka berikutnya.
Advertisement
Mi Goreng
Salah satu makanan yang wajib dihidangkan saat Imlek yaitu mi goreng. Warga etnis Tionghoa mengartikan bahwa mi merupakan simbol umur panjang dan kesehatan yang tiada ujung.Selain itu, mi goreng juga diartikan sebagai pembawa rezeki dan kebahagiaan masyarakat Tiongkok. Bukan hanya saat momen perayaan ulang tahun saja, tetapi saat momen besar yang dirayakan, orang Tionghoa wajib menyediakan mi goreng.Yu Sheng Makanan imlek yang wajib ada di rumah berikutnya yaitu Yu Sheng. Yu Sheng adalah makanan yang terdiri dari sayur-sayuran seperti salad. Campuran beberapa sayur tersebut dipadukan menjadi satu, lalu ditaruh di atas ikan tuna atau ikan salmon. Yu Sheng memiliki mana keberuntungan bagi orang yang mempercayainya. Biasanya, sebelum memakan Yu Sheng, anggota keluarga akan bersama-sama mengangkat Yu Sheng tinggi-tinggi.
Mengangkat sama artinya dengan menggantung harapan ke atas. Jadi, semakin tinggi mengangkatnya, semakin tinggi juga harapannya.
Advertisement
Ayam atau Bebek
Ayam atau bebek juga menjadi salah satu makanan yang wajib ada saat Imlek. Sebenarnya, ayam atau bebek sama saja, dan boleh memilih salah satu. Dalam penyajiannya, ayam dan bebek sama seperti ikan bandeng, yaitu disajikan secara utuh. Tidak diperbolehkan memotong bagian tubuhnya ataupun memisahkannya. Ayam dan bebek melambangkan keutuhan keluarga yang harus dijaga oleh warga Tiongkok pada umumnya. Selain itu, makna dari ayam atau bebek ialah kesetiaan dan ketaatan. Harapan bagi warga etnis Tionghoa yaitu mereka ingin lebih taat dan setia dalam beribadah kepada Tuhan.
Advertisement
Permen dan Manisan
Permen dan manisan juga wajib disediakan saat Imlek. Permen dan manisan disediakan untuk menyambut sanak saudara yang datang saat perayaan Imlek. Permen dan manisan biasanya diletakkan di satu wadah lingkaran yang sudah dibagi beberapa bagiannya. Permen dan manisan dipercaya sebagai pembawa kemanisan dalam kehidupan setiap warga etnis Tionghoa. Selain itu, warnanya yang cerah dan beragam menjadi identitas keberagaman mereka yang menjadi satu.
