Angka penjualan sepeda motor di Indonesia tergolong sangat tinggi, mencapai 7 juta unit per tahun. Penjualan sepeda motor di Indonesia disebut-sebut yang tertinggi jika dibandingkan negara lain di ASEAN.
Menteri Perindustrian MS Hidayat menyebut penjualan maupun produksi sepeda motor di Indonesia belum menemukan titik jenuh. Penjualan sepeda motor tak bisa direm karena sudah merupakan kebutuhan sekaligus gaya hidup masyarakat.
"Sepeda motor sudah jadi gaya hidup atau life style segmen low income group. Pembantu saya semua punya sepeda motor dan punya HP. Bersihin kebun dia pakai HP. Sopir saya punya dua HP dan punya BBM lagi dan juga sepeda motor," ucap Hidayat di kantornya, Jakarta, Jumat (11/4).
Pemerintah tidak akan membatasi produksi sepeda motor di Indonesia. Sebab, produsen membuat sepeda motor sesuai permintaan. Tingginya permintaan akan sepeda motor tidak lepas dari bobroknya transportasi umum.
"Sepeda motor dan mobil tak mungkin dibatasi mereka (produsen) mempelajari demand. Selama public transportation enggak ada, sepeda motor jadi alat transportasi kebutuhan," tegasnya.
Namun demikian, Hidayat menyadari banyaknya sepeda motor menjadi sumber kemacetan di beberapa kota besar di Indonesia. Yang bisa dilakukan pemerintah bukan membatasi produksi tapi meminta produsen membenahi penyebaran sepeda motor.
"Sekarang konsentrasi Jabodetabek jadi kelihatan penuh. Saya minta disebar,".
Dia melihat, tingginya permintaan karena mudahnya membeli sepeda motor. Mantan ketua umum Kadin ini menyebut, dengan hanya modal Rp 500.000, masyarakat bisa membawa pulang sepeda motor.
Sementara itu, Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Budi Darmadi menyebut perbandingan kepemilikan sepeda motor di Indonesia masih rendah dibandingkan negara lain.
"Indonesia perbandingan 1:4 jadi 1 motor untuk 4 orang, di Taiwan itu 1:1 dimana satu orang satu motor," tutupnya.
