IFG Life Raup Laba Bersih Rp482 Miliar Sepanjang 2025, Ini Faktor Pendorongnya

IFG Life mencatat lonjakan kinerja 2025. Laba bersih dan RBC dipaparkan, melampaui ketentuan OJK. Simak penjelasan manajemen.

Arthur Gideon
Oleh Arthur Gideon - Reporter
IFG Life Raup Laba Bersih Rp482 Miliar Sepanjang 2025, Ini Faktor Pendorongnya
PT Asuransi Jiwa IFG (dok IFG Life)

PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) membukukan laba bersih Rp482,12 miliar pada 2025, meningkat 162,9 persen dibandingkan 2024. Risk-Based Capital (RBC) perusahaan tercatat 180,16 persen, jauh di atas ketentuan minimum Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Manajemen menilai capaian tersebut mencerminkan fundamental yang semakin kuat, didorong pertumbuhan bisnis yang sehat, pengelolaan investasi yang prudent, serta penerapan manajemen risiko dan tata kelola yang baik.

IFG Life merupakan anggota Indonesia Financial Group (IFG), holding BUMN di sektor asuransi, penjaminan, dan investasi.

Pendapatan Jasa dan Aset IFG Life Menguat

Pada 2025, pendapatan jasa asuransi IFG Life naik 11,7 persen menjadi Rp6,56 triliun.

Total aset perusahaan mencapai Rp32,84 triliun.

Perseroan menyebut kualitas operasional tetap terjaga melalui pengelolaan portofolio yang disiplin, strategi investasi yang terukur, dan fokus pada pertumbuhan yang sehat serta berkelanjutan.

Manajemen Soroti Fondasi Bisnis

Direktur Keuangan merangkap Pelaksana Tugas Direktur Utama IFG Life, Ryan Diastana Firman, menyampaikan bahwa kinerja positif sepanjang 2025 merupakan hasil konsistensi memperkuat fondasi bisnis sekaligus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha dan pengelolaan risiko.

“Kami meyakini bahwa pertumbuhan yang berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui fundamental perusahaan yang kuat. Karena itu, kami terus memperkuat kualitas bisnis, menerapkan tata kelola yang baik, serta mengelola investasi dan risiko secara prudent," jelas dia, dikutip Rabu (12/8/2026).

“Kinerja 2025 menjadi cerminan dari upaya tersebut, sekaligus memperkuat kemampuan perusahaan untuk terus memenuhi komitmen kepada seluruh pemegang polis dan menghadirkan perlindungan yang relevan di setiap tahap kehidupan masyarakat Indonesia,” tambah Ryan.

PSAK 117 Dorong Transparansi Laporan Keuangan

IFG Life memanfaatkan penerapan PSAK 117 pada 2025 sebagai momentum untuk meningkatkan transparansi dan kualitas pelaporan keuangan di industri asuransi jiwa.

Standar akuntansi baru tersebut diharapkan memperkuat akuntabilitas perusahaan sekaligus meningkatkan kepercayaan pemegang polis dan pemangku kepentingan.

Ke depan, IFG Life menyatakan akan terus memperkuat fundamental bisnis melalui inovasi produk dan layanan, kolaborasi strategis dengan berbagai mitra, serta pengelolaan investasi yang prudent.

Perusahaan menegaskan bahwa kinerja keuangan yang sehat bukan hanya mencerminkan pertumbuhan bisnis, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi jiwa.

Dengan permodalan yang kuat dan pertumbuhan laba yang signifikan, IFG Life optimistis dapat terus memenuhi kewajiban kepada pemegang polis secara bertanggung jawab sekaligus menghadirkan solusi perlindungan yang relevan bagi masyarakat Indonesia di berbagai tahap kehidupan.

Rekomendasi