Intip Makna Tradisi Tawurji di Keraton Kanoman Cirebon, Mengandung Doa Panjang Umur

Juru Bicara Keraton Kanoman Cirebon, Ratu Raja Arimbi Nurtina mengatakan upacara tawurji biasanya diadakan setiap satu tahun sekali di bulan Safar dan sudah ada sejak ratusan tahun silam. Dalam pelaksanaannya, tradisi ini menggunakan iringan syair serta doa yang bermakna kebaikan dan panjang umur.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Intip Makna Tradisi Tawurji di Keraton Kanoman Cirebon, Mengandung Doa Panjang Umur
Tradisi tawurji di Keraton Kanoman Cirebon. ©2021 YouTube Kasultanan Kacirebonan / Merdeka.com

Ingsun titip tajug lan fakir miskin” menjadi landasan kuat dari upacara tawurji di lingkungan Keraton Kanoman, Kota Cirebon, Jawa Barat.

Tradisi tahunan tersebut rutin dijalankan sebagai bentuk gotong royong keluarga keraton untuk membantu kalangan fakir miskin, sesuai amanat Sunan Gunung Jati yaitu "Saya titip masjid dan fakir miskin".

Melansir Antara Rabu (27/10), Juru Bicara Keraton Kanoman Cirebon, Ratu Raja Arimbi Nurtina mengatakan upacara tawurji biasanya diadakan setiap satu tahun sekali di bulan Safar dan sudah ada sejak ratusan tahun silam. Dalam pelaksanaannya, tradisi ini menggunakan iringan syair serta doa yang bermakna kebaikan dan panjang umur.

Mengandung Doa Panjang Umur

Sebagaimana dimuat di laman 1001indonesia, tawurji berasal dari kata tawur dan aji. Tawur artinya melempar atau menebar, sedangkan aji adalah pemaknaan tuan haji atau orang yang dalam keadaan mampu.

Kegiatan tersebut disimbolkan dengan uang yang dibagikan beramai-ramai kepada masyarakat di sekitar keraton yang sudah mengantre sejak pagi hari.

Saat abdi dalem membagikan atau menaburkan uang, tokoh sesepuh dari keraton akan membacakan syair yang juga dimaknai sebagai doa panjang umur.

Tawurji, tawurji, tawur tuan aji, semoga dawa umur.” Artinya, tawurji, tawurji, tabur bapak aji, semoga panjang umur. Begitu bunyi syair abdi dalam tersebut.

Asal Mula Tradisi Tawurji

Tradisi tawurji berasal dari tindakan Sunan Gunung Jati yang memberikan sejumlah uang koin kepada salah satu murid Syekh Lemahabang yang dianggap sesat karena menyimpang dari ajaran Islam di abad ke-15.

Ketika itu, Sunan Gunung Jati merasa kasihan, sehingga memberikan bekal untuk bertahan hidup karena nasibnya yang terlunta-lunta usai gagal mempelajari ilmu agama.

Di waktu yang bersamaan turut terucap “Ingsun titip tajug lan fakir miskin” – saya titip musala (tempat ibadah) dan fakir miskin, hingga tradisi sedekah itu terus lestari hingga saat ini di masa pandemi Covid-19.

Bagian dari Tradisi Rebo Wekasan

Tawurji merupakan bagian dari rangkaian prosesi Rebo Wekasan, atau hari Rabu terakhir di bulan Safar. Biasanya, masyarakat di Cirebon dan sekitarnya akan meramaikan tradisi tersebut dengan membuat membagikan kue apem putih sebagai upaya menolak bala.

Kue apem yang digunakan biasanya dibuat dari tepung beras yang dicampur ragi. Apem putih di prosesi Rebo Wekasan menyimbolkan perilaku bersih dan suci.

Rekomendasi