Munculnya dua calon independen yaitu Faisal Basri dan Hendardji Soepandji dalam pilkada DKI Juli mendatang disambut baik oleh masyarakat yang memang sudah hampir tidak percaya lagi kepada partai politik. Hal itu diungkapkan oleh tokoh independen Fadjroel Rahman dalam acara diskusi publik yang diadakan Insight Institute di Pusat Dakwah Muhammadiyah.Selain itu, munculnya dua kandidat independen tersebut sudah mengembalikan hak konstitusi yang dimilki oleh setiap Warga Negara Indonesia untuk bisa duduk di kursi pemerintahan."Setiap warga berhak untuk mencalonkan diri, setiap warga berhak untuk menjadi presiden, anggota DPR, dan gubernur," kata Fadjroel Rahman saat diskusi, Kamis (21/6).Munculnya dua sosok Independen ini direspons partai politik dengan sibuk mencari sosok yang tepat menurut partai mereka masing-masing. Golkar-PPP mengusung Alex Noerdin-Nono Sampono, PDIP-Gerindra memilih Joko Widodo-Ahok, PKS-PAN mencalonkan Hidayat Nur Wahid-Didik, dan calon incumbent yaitu Fauzi Bowo dijagokan oleh Partai Demokrat dengan Nachrowi Ramli sebagai pasangannya.Sebagaimana diketahui Joko Widodo dan Alex Noerdin masih menjabat sebagai Wali Kota Solo (Jokowi) dan Gubernur Sumatera Selatan (Alex)."Partai politik mencalonkan orang yang masih menjabat, ini membuktikan bahwa partai politik tidak mempunyai kader yang berkualitas untuk maju di pilkada DKI ini," ucapnya.Dalam kesempatan yang sama Wasekjen Hanura, Rusdi Imawan mengimbau kepada calon independen yang akan berjuang di pilkada dan apabila nanti terpilih maka jangan hanya memperjuangkan rakyat yang independen juga karena itu sama saja mementingkan satu golongan."Jangan ada proses seperti itu, jangan ada proses balas dendam kepada partai politik yang hanya mementingkan golongannya saja," pungkasnya.
Partai politik tak punya kader untuk pilkada DKI
"Setiap warga berhak untuk mencalonkan diri, setiap warga berhak untuk menjadi presiden, anggota DPR, dan gubernur."
Advertisement
Rekomendasi
