Advertisement
Betawi Punye Cerite
Roti Buaya Menurut cerita yang berkembang pada masyarakat Betawi, ada kepercayaan jika seorang jejaka akan meminang seorang wanita, sebagai syarat calon mertuanya meminta dibawakan buaya. Namun karena kesulitan, maka lelaki itu mengganti buaya dalam bentuk roti
Budaya palang pintu muncul ketika daerah-daerah Betawi masih rawan. Dulu jauh sebelum seperti saat ini, orang melamar untuk nikah harus berangkat pada malam hari. Karena malam, tentunya banyak perampok yang berkeliaran. Untuk menghindari aksi perampokan, si pelamar yang membawa barang-barang seserahan tak lupa juga dikawal jawara.
Advertisement
Ondel-Ondel
Ondel-ondel awalnya dikenal dengan nama Barongan tapi sayangnya tidak ada yang mengetahui apa arti dari kata itu, sama seperti tahun pembuatannya. Sampai saat ini belum ada yang tahu secara pasti kapan boneka raksasa itu pertama kali dibuat. Namun yang jelas boneka raksasa ini sudah ada sejak atau bahkan jauh sebelum Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) masuk ke Nusantara.
Advertisement
Kerak Telor adalah makanan asli Betawi, dengan bahan-bahan beras ketan putih, telur bebek, ebi yang di sangrai kering. Lalu ditambah bawang merah goreng dan di beri bumbu yang di haluskan berupa kelapa sangrai, cabai merah, kencur, jahe, merica butiran, garam dan gula pasir.
Makanan Khas Betawi
Lebaran Betawi Tradisi berlebaran masyarakat Betawi berlangsung hingga pekan ketiga di bulan Syawal. Budaya itu tidak hanya digunakan untuk memperkuat tali silaturahim saja, tetapi juga melanjutkan puasa syawalan. Yaitu puasa di bulan Syawal yang dijalani selama enam hari berturut-turut. Setelah dua hari merayakan Idul Fitri, masyarakat Betawi sejak dulu terbiasa menjalani puasa syawalan.
Advertisement
Advertisement
Tanjidor
Tanjidor pertama kali masuk ke Indonesia sekitar abad ke-18 yang saat itu dimainkan untuk mengiringi atau mengarak pengantin. Musik tanjidor sendiri mendapatkan pengaruh kuat dari musik Eropa. Dalam kesenian tanjidor terdapat beberapa alat musik seperti trombone, terompet, klarinet, piston, drum, dan simbal.
Bir Pletok Bir Pletok terbuat dari bahan alami yang tidak memabukkan. Minuman satu ini dibuat dari campuran rempah-rempah seperti jahe dan serai. Bir Pletok juga terdiri dari campuran daun pandan yang membuat aromanya begitu wangi. Bir Pletok dengan warna yang lebih merah biasanya dicampurkan dengan kayu secang. Biasanya, para pembuat Bir Pletok juga suka menambahkan cengkeh, kayu manis, kapulaga, pala, dan gula merah.
Advertisement
