Di Demak, Jawa Tengah, seorang anak tega melaporkan ibunya sendiri ke polisi setelah pada suatu kesempatan sang ibu melukainya. Walaupun polisi sudah berusaha memediasi dan sang ibu sudah meminta maaf kepada sang anak, namun anehnya komunikasi itu selalu gagal dan masalah itu selalu menemui jalan buntu.
Anak perempuan bernama Agesti Ayu Wulandari (19) itu mengaku kecewa pada sang ibu karena dia merasa sebagai korban keretakan rumah tangga kedua orang tuanya.Agesti berharap, dengan ibunya dipenjara, bisa menjadi pelajaran buat sang ibu karena telah melakukan hal yang melanggar etika.
Namun setelah melalui proses yang alot, akhirnya Agesti mau berdamai dengan ibunya. Saat bertemu, mereka pun saling menangis dan berpelukan serta meminta maaf antara satu dengan yang lain. Berikut selengkapnya:
Advertisement
Berdamai
Pada Rabu (13/1), Agesti Ayu Wulandari dan ibunya, Sumiyatun, berdamai di Kejaksaan Demak. Sebelumnya, Agesti terbang dari tempat kuliahnya di Jakarta menuju Demak untuk bertemu ibunya. Dia-pun bersedia mencabut laporannya.
“Ibu, saya tetap anak ibu. Mohon maaf selama ini Agesti ada salah,” kata Agesti kepada ibunya dengan suara menahan tangis.
Advertisement
Sumiyatun Terharu
Mendengar pernyataan anaknya, Sumiyatun tak kuasa menahan tangisnya. Dengan sangat erat, dia memeluk erat dan dengan lembut mengelus-elus punggung anak pertamanya itu.
“Insya Allah, tanpa disuruh siapapun saya Agesti Ayu Wulandari mencabut laporan ini,” kata Agesti dikutip dari Liputan6.com pada Kamis (14/1).
Advertisement
Saling Meminta Maaf
Tak hanya Agesti, Sumiyatun pun juga meminta maaf atas perlakuannya kepada Agesti. Dengan air mata yang masih mengalir di pipinya, dia merasa lega karena telah sekian lama tidak bertemu dan bisa menyampaikan rasa rindu serta ungkapan kekhilafannya.
“Maafkan mamah ya, sayang. Mamah banyak dosa. Semoga Agesti memaafkan mamah,” kata Sumiyatun kepada anaknya.
