Mandi kembang biar tak terbayang

Ada ritual dilakukan anggota Polisi jika habis menembak mati penjahat. Salah satunya ialah menginjak darah si penjahat.

Mohammad Yudha Prasetya
Mandi kembang biar tak terbayang
Ilustrasi Penembakan. ©2015 Merdeka.com

"Injak darahnya biar kamu tak terbayang," ujar Brigadir Kepala berinisial L bercerita soal ritual dilakukan anggota Kepolisian memegang senjata api. Ada kepercayaan jika menginjak darah pelaku kejahatan ditembak mati bisa menghilangkan bayang-bayang wajah tersangka.

"Itu untuk kita lupa wajah tersangka," katanya menuturkan, Kamis pekan kemarin.

Bagi sebagian anggota Polisi bertugas di Satuan Reserse Kriminal memang ada kepercayaan mengenai cerita itu. Namun ada juga cara lain buat menghilangkan bayang-bayang wajah pelaku setelah di tembak mati. Menurut Bripka L, ada juga kepercayaan jika senjata digunakan usai menembak penjahat harus dimandikan kembang.

"Ada juga yang dimandikan kembang," ujarnya.

Namun bagi Bripka L, semua tergantung pada kepercayaan anggota itu sendiri. Dia pun mengakui jika dirinya tak memiliki ritual khusus. Sebagai anggota Kepolisian pernah bertugas sebagai anggota Reskrim, dia hanya berdoa semoga perbuatannya diampuni. Apalagi tugas sebagai anggota buru sergap begitu rentan dengan kematian.

Salah-salah saat penangkapan, anggota Polisi bisa jadi korban. "Kalau saya paling sholat, doa sama yang di atas (Allah), biar dosa saya dan dosa si penjahat sama-sama diampuni," tutur Bripka L.

Biasanya kata Bripka L, selain menginjak darah juga memandikan senjata api dengan kembang tujuh rupa, ada kepercayaan lain buat menghilangkan bayang-bayang wajah penjahat. Dia mengatakan biasanya, temannya sesama anggota membantu sampai jasad pelaku diurus oleh keluarganya.

Hal itu dilakukan untuk menghilangkan rasa bersalah karena telah menembak mati penjahat itu. Hal lain ialah untuk mencegah bayang-bayang penjahat itu masuk dan menghantui dalam mimpi. "Kadang kita bantu sampai jenazahnya diurus keluarga," tuturnya.

Memang menurut Bripka L, ada kepercayaan di luar nalar menjadi keyakinan bagi sebagian anggota Polisi. Bukan tanpa sebab, beberapa pengungkapan kasus kejahatan juga turut disertakan paranormal. Biasanya kata Bripka L, masing-masing Kantor Kepolisian Sektor memiliki paranormal andalan.

Pernah suatu waktu, kasus pembunuhan sulit terungkap. Namun berkat bantuan dukun, pelaku bisa tertangkap setelah melakukan beberapa ritual. Dia menyebut salah satu kasus pembunuhan di Bali, bisa terungkap karena bantuan paranormal. "Masing-masing Polsek biasanya punya pegangan," katanya.

Rekomendasi