2 Hari pertama Perang Puputan yang mengerikan

Perang Puputan di Bali adalah salah satu perang yang penting di jaman pemerintahan kolonial Belanda dulu.

Dewi Ratna
Oleh Dewi Ratna - Reporter
2 Hari pertama Perang Puputan yang mengerikan
Ilustrasi Perang. ©2014 Merdeka.com

Perang Puputan di Bali adalah salah satu perang yang penting di jaman pemerintahan kolonial Belanda dulu. Perang ini berawal dari sebuah perubahan tentang Hukum Tawan Karang. Pihak kerajaan Buleleng yang tidak mau menyetujui kontrak itu tetap melakukan perampasan terhadap kapal Belanda yang terdampar di daerahnya. Belanda merasa marah dan meminta ganti rugi kepada pihak kerajaan. Lalu, bagaimana reaksi kerajaan Buleleng? Setelah itu, Belanda memaksa Raja Buleleng yaitu Gusti Ngurah Made Karangasem untuk menyetujui kesepakatannya. Namun, Gusti Ngurah Made Karangasem dengan tegas menolak tuntutan yang diberikan oleh Belanda itu. Bahkan sang patih, I Gusti Ktut Jelantik sudah bersiap-siap untuk melakukan latihan dan mengumpulkan kekuatan untuk bisa berperang melawan Belanda. Akhirnya, jalur perang menjadi satu-satu jalan yang harus diambil. Ktut Jelantik terus mempersiapkan prajurit kerajaan Buleleng dan memperkuat pos pertahanannya. Dalam pertempuran ini, Gusti Ngurah Made Karangasem didukung oleh kerajaan Karangasem dan Klungkung. Di tanggal 27 Juni 1846, pasukan Belanda menirimkan 1700 pasukan darat yang menyerang kampung-kampung kerajaan Buleleng yang ada di pesisir pantai.

Selain itu, masih ada juga pasukan laut yang datang dengan kapal sewaan. Pertempuran terjadi di antara para pejuang Buleleng ini dibantu oleh pejuang Karangasem dan Klungkung. Selama dua hari, prajurit, pemimpin dan rakyat Buleleng bertempur antara hidup dan mati. Pejuang Buleleng semakin terdesak karena kurangnya senjata yang dimiliki. Akhirnya, Benteng pertahanan Buleleng bisa ditembus dan ibukota Singaraja bisa dikuasai oleh Belanda. Sekarang kamu sudah tahu tentang dua hari pertama perlawanan rakyat Buleleng melawan Belanda. Hal ini terjadi karena semangat mempertahankan daerah yang ditunjukkan oleh Kerajaan Buleleng dan rakyatnya.

Halaman
Rekomendasi