Warga Sidoarjo protes PT Lapindo mau ngebor lagi

PT Lapindo Brantas kembali berencana melakukan pengeboran lima sumur gas di kawasan Tanggulangin, Sidoarjo.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Warga Sidoarjo protes PT Lapindo mau ngebor lagi
lumpur lapindo. PulseFeed/PulseFeed

PT Lapindo Brantas kembali berencana melakukan pengeboran lima sumur gas di kawasan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur tahun ini. Warga terdampak di daerah Siring, Reno Kenongo, Kedung Bendo dan Jatirejo, keberatan dengan rencana itu. Mereka juga menginginkan ganti rugi secepatnya dilunasi."Kalau mereka mau melakukan pengeboran lagi ya silakan. Asal ganti rugi lahan kami secepatnya dilunasi. Persoalan nantinya pengeboran itu kembali bermasalah, ya bukan urusan kami," kata salah satu warga terdampak yang belum mendapatkan ganti rugi, Jainuri, Rabu (16/5).Seperti diketahui, pada pertemuan terakhir antara warga korban Lumpur Lapindo dengan PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ) pada 2 Mei lalu, MLJ yang diwakili Nirwan Bakrie mengaku tak mampu melunasi seluruh ganti rugi. Mereka beralasan hanya memiliki dana Rp 400 miliar. Itu pun untuk aset tanah senilai dibawah Rp 500 juta saja. Sedang yang di atas Rp 500 juta, pihak MLJ masih berjanji akan mencarikan solusinya. "Dan pembayaran itu dilakukan secara bertahap dan akan dimulai bulan Juni mendatang," kata Jainuri lagi.Sementara terkait rencana pengeboran di lima titik oleh PT Lapindo Brantas, Jainuri mengatakan, kalau pengeboran itu tidak mungkin dilakukan di kawasan terdampak. Sebab, mereka masih memiliki tanggungan terhadap warga sekitar."Kalaupun itu (pengeboran sumur) dilakukan, saya yakin dilakukan di daerah Banjar Panji atau di kawasan Kali Dawir. Tapi yang saya dengar di daerah Tanggulangin. Kalau di sini (kawasan bencana Lumpur Lapindo) saya rasa tidak mungkin, karena dampak luapan lumpur yang sekarang masih belum teratasi. Kalau mereka tetap melakukan hal bodoh itu ya silakan, yang penting ganti rugi sudah dilunasi," ungkap Jainuri.Semetara itu, salah satu warga Kali Dawir menyatakan tidak mau tanahnya kembali dicaplok PT Lapindo Brantas seperti yang terjadi di daerah Siring, Reno Kenongo, Kedung Bendo dan Jatirejo. "Silakan melakukan pengeboran asalkan beli dulu tanah kami. Kami tidak mau seperti yang terjadi di Reno Kenongo dan tiga daerah lain, bencana dulu baru ganti rugi, ujung-unjungnya bermasalah lagi," ketus Warsito.Warsito juga sempat mengutarakan kalau beberapa waktu lalu, pihak Lapindo sempat melakukan perundingan untuk melakukan pengeboran di daerahnya, namun warga menolak.Seperti diketahui, melalui BBP Migas, PT Lapindo Brantas akan segera melakukan pengeboran di lima titik di kawasan Tanggulangin, Sidoarjo. Mereka mengklaim sudah mendapat persetujuan dari warga sekitar. Dan untuk tahun ini, dari lima titik yang direncanakan, akan dilakukan pengeboran di dua titik terlebih dahulu."Pengeboran akan dilakukan di lima titik dan untuk tahun ini akan dikerjakan dua sumur dahulu. Sumur-sumur tersebut bukan merupakan sumur eksplorasi seperti di sumur lokasi Lusi (Lumpur Sidoarjo), melainkan sumur pengembangan," Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BP Migas)Perwakilan Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Elan Biantoro.

Rekomendasi