Anggota Komisi IX DPR, Rieke Diah Pitaloka mempertanyakan pelaksanaan program jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) kepada Menteri Kesehatan, Nafiah Mboi. Menurutnya, program Jamkesmas masih jauh dari harapan."Saya minta berapa terserap dana Jamkesmas setiap tahunnya, padahal setiap hari kita dengar orang miskin ditolak rumah sakit. Artinya, mereka target Jamkesmas," kata Rieke kepada wartawan disela rapat kerja antara Kemenkes dengan Komisi IX DPR, Jakarta Senin (25/6).Menurut politisi PDIP itu, padahal setiap tahunnya, dana Jamkesmas yang diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) mencapai Rp 6,9 triliun untuk 76,4 juta jiwa.Sedangkan pelaksanaan di lapangan, Rieke menemukan kasus jaminan kesehatan untuk rakyat justru ditanggung oleh pemerintahan pusat dengan Jamkesmas, dan pemerintahan daerah melalui jaminan kesehatan daerah (Jamkesda)."Artinya ada indikasi penyalahgunaan anggaran," kata Rieke.Untuk itu, Rieke mendesak Nafiah untuk segera menyelesaikan persoalan itu. "Meskipun menkes baru, harus bisa bersinergi," tandasnya.
Program Jamkesmas dinilai masih amburadul
"Meskipun menkes baru, harus bisa bersinergi," kata Anggota Komisi IX DPR, Rieke Diah Pitaloka.
Advertisement
Rekomendasi
