Sudah berbulan-bulan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelidiki kasus pembangunan pusat pendidikan olahraga di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Sudah puluhan saksi dihadirkan ke gedung anti korupsi tersebut. Tapi hasilnya masih nihil."Pertama kami sudah lihat bahwa kemarin kami masih mengembangkan dengan minta keterangan Wamenkeu, Bu Any (Rahmawati). Kami menyimpulkan bahwa penyelidikan kasus ini tidak berhenti dan tidak pernah berhenti," kata Wakil Ketua KPK Busyro Muqqodas ketika dalam perjalanan ke Tanjung Lesung, Banten, Jawa Barat.Menurut Busyro, proses penyelidikan yang terkesan lama itu karena masih banyak lagi didalami kasus tersebut. KPK terus meminta keterangan dari pihak-pihak terkait dengan proyek Hambalang.Busyro mengatakan, kasus ini merupakan kasus korupsi politik yang jelas membawa dampak konsekuensi yuridis. Artinya, proses penyelidikan, penyidikan dan penuntutan harus dilakukan dengan lebih hati-hati."Konsekuensinya, waktu mesti lama dan sulit diprediksi. Direncanakan minggu depan kita panggil saksi, kemudian saksinya tidak datang, molor pasti. Itu salah satu contoh," ujar Busyro.Selain itu, Busyro juga membantah adanya perpecahan antarpimpinan menyikapi kasus Hambalang. Menurut dia, pimpinan KPK tetap kompak."Sampai sekarang tidak ada perbedaan pendapat apalagi konflik pendapat di antara lima orang pimpinan. Maupun lima orang pimpinan dengan jajaran satgasnya. Itu tidak mungkin, jadi solid," kata Busyro. Penyelidikan Hambalang dimulai sejak Agustus 2011. Jika status Hambalang akan dinaikkan ke tahap penyidikan, KPK harus mengumpulkan dua alat bukti yang cukup.Ada dua peristiwa yang terindikasi korupsi dalam proyek Hambalang yang ditaksir KPK mencapai Rp 2,5 triliun. Pertama, pada proses penerbitan sertifikat tanah Hambalang di Jawa Barat. Kedua, pengadaan proyek Hambalang yang dilakukan secara multi years. Pengadaan proyek Hambalang ditangani Kerjasama Operasi (KSO) PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya.Untuk mengembangkan penyelidikan kasus ini KPK telah memeriksa sekitar 70 orang. Antara lain eks Kepala BPN Joyo Winoto, anggota Komisi II DPR Ignatius Mulyono, Sekretaris Departemen Pemuda dan Olahraga DPP Partai Demokrat Munadi Herlambang, Menpora Andi Mallarangeng hingga istri Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Athiyya Laila.KPK pun juga telah memeriksa Anas Urbaningrum. Anas telah dua kali dipanggil. Ketua Umum DPP Partai Demokrat itu membantah terlibat dalam kasus Hambalang.
Busyro: KPK tak akan berhenti selidiki Hambalang
Sudah berbulan-bulan KPK menyelidiki kasus Hambalang. Apa hasilnya? Masih nihil.
Advertisement
Rekomendasi
