Rabies renggut belasan nyawa warga Sumut

Korban merupakan bagian dari 2.790 korban gigitan hewan penyebar virus rabies di daerah ini.

Yan Muhardiansyah
Oleh Yan Muhardiansyah - Reporter
Rabies renggut belasan nyawa warga Sumut
Ilustrasi anjing. ©2012 alamy.com

Sedikitnya sudah 12 warga Sumut meninggal dunia akibat rabies pada tahun ini. Mereka merupakan bagian dari 2.790 korban gigitan hewan penyebar virus rabies di daerah ini."Jumlah itu terhitung hingga Agustus 2012. Dari kasus yang sudah ditemukan, terdapat 2.262 orang yang sudah diberikan vaksin antirabies," jelas Kasi Bimdal P2 Dinas Kesehatan Sumut, Sukarni, Sabtu (6/10).Kasus rabies terbanyak didapati di Kabupaten Dairi, mencapai 384 kasus. Selanjutnya, terdapat 281 kasus di Kota Medan, 267 kasus di Tapanuli Utara, 232 kasus di Samosi, 162 kasus di Humbang Hasundutan, 131 kasus di Asahan, 124 kasus di Toba Samosir, dan 82 kasus di Nias. "Biasanya banyak terjadi di wilayah dengan populasi hewan yang banyak," sebut Sukarni.Temuan kasus dan korban rabies di Sumut tahun ini memang belum melampaui catatan tahun lalu. Pada 2011, terjadi 3.823 kasus gigitan, dengan 31 korban meninggal."Namun, bisa saja tahun ini kasusnya meningkat. Itu bergantung kepedulian masyarakat. Jangan sepele dengan gigitan hewan," ujar Sukarni.Apabila terkena gigitan hewan yang bisa menularkan rabies, seperti anjing, kucing, monyet, atau kelelawar, korban diingatkan untuk segera membasuh lukanya dengan air mengalir dan sabun. "Biarkan sekitar 10 menit. Setelah itu, melaporlah ke puskesmas. Di sana akan diperiksa dan diberikan vaksin antirabies, agar virus tidak menyebar dan menyerang otak. Jika virus rabies menyebar, masa inkubasinya antara 3 bulan hingga setahun, serangannya bisa menyebabkan kelumpuhan hingga kematian," imbau Sukarni.

Rekomendasi