Siang ini sejumlah menteri menggelar rapat di Balai Kota membahas mengenai banjir yang menerjang Jakarta. Rapat digelar bersama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi).Rapat sebenarnya dijadwalkan mulai pada pukul 10.00 WIB. Namun, baru sekitar pukul 10.00 WIB lebih para menteri baru hadir. Adalah Menteri Koordinator Kesejahteraan Agung Laksono tiba pukul 10.55 WIB dan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto tiba pukul 11.20 WIB. "Rapat soal banjir. Terutama penanganan masyarakat yang bisa diungsikan, dievakuasi, apa kebutuhannya, seperti tenda, alat masak, dapur umum, sampai toilet, dan juga keamanan, karena rumah-rumahnya kan ditinggal tuh, jangan sampai rumahnya dimasukin maling nanti. Obat-obatan juga termasuk, dan tentu itu yang utama," kata Agung sebelum menggelar rapat, Kamis (17/1).Rapat nanti, Agung akan mendengarkan paparan dari Jokowi. "Tadi pagi sudah telepon beliau, dan sudah berkoordinasi dengan Pak Presiden (SBY). Sedang dibahas juga kemungkinan untuk meliburkan anak sekolah, karena akibat banjir ini macet di mana-mana. Saya juga bergerak dari tempat saya hampir dua jam. Jadi terjebak kemacetan di mana-mana. Sehingga memang memerlukan langkah-langkah, terutama dampak sosialnya," ujarnya.Menurut Agung, Presiden SBY sendiri sudah memerintahkan untuk berkoordinasi dengan BNPB dan Pemprov DKI. Selain itu, juga diminta untuk koordinasi dengan kementerian seperti PU, Sosial dan Kesehatan."Kami tadi rencanakan jam 10.00 WIB, namun semua terjebak macet," ujarnya.Soal penanganan banjir, Agung menjelaskan, akan ada tindakan-tindakan jangka pendek. "Untuk menangani keadaan darurat. Tapi juga memikirkan jangka panjang. Dan jangka panjang itu sedang berlangsung terus pembicaraannya, termasuk transportasi massal, MRT, membuat deep tunnel. Jadi banjir ditangani, proyek jangka panjang juga ditangani," ujarnya.
Rapat dengan Jokowi, para menteri telat karena terjebak macet
Rapat di gelar di Balai Kota Jakarta.
Advertisement
Rekomendasi
