Kematian singa bernama Michael di Kebun Bintang Surabaya (KBS), Jawa Timur, Selasa lalu (7/1), masih menyisakan tanda tanya. Namun Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini tak yakin singa itu tewas bunuh diri sebab kematiannya tak wajar.Untuk mengetahui penyebab kematian hewan berusia 1,5 tahun itu, tim investigasi Departemen Kehutanan (Dephut) terjun ke lokasi, hari ini. Menurut Kepala Sub Direktorat Penyidikan Wilayah I Kementerian Kehutanan, Hariono, posisi tali membentuk huruf 'U' di ketinggian sekitar dua meter. Posisi ujung tali, terikat di ujung atas pintu, sementara ujung lainnya melingkar pada roda besi, yang berfungsi untuk membuka pintu, ketika ujungnya ditarik."Nah, kalau singa ini jatuh ke belakang saat lehernya terjerat tali, maka dia terlepas dari jeratan itu, tapi bagaimana kalau dia terjatuh menyamping ke kanan? Tentu tali itu makin menjerat leher si Singa, itu terlihat ada bekas cakarannya sendiri, yang kita duga Singa itu berusaha melepas tali dengan cakarannya," ujar Hariono di lokasi, Sabtu (11/1).Hariono mengatakan, data itu masih sekadar analisa sementara. Pihaknya juga akan meminta tanggapan tim ahli dari Animal Behavioral (perilaku hewan) sebab Hariono tidak ingin berspekulasi soal tewasnya singa itu."Ini masih analisa sementara. Kita mencoba mengumpulkan bukti-bukti yang ada di lapangan. Sekarang kita lihat, posisi kandang ada di sana, untuk masuk ke sana kita harus melalui beberapa pintu pagar yang terkunci," tambah dia.Sebenarnya, masih menurut Hariono, dirinya punya saksi kunci soal kematian Michael. "Tapi sayang dia tidak mau ngomong. Dia itu tahu persis kejadiannya, karena dia tidur persis di kandang depan Michael," canda Hariono sembari menunjuk Harimau Benggala betina bernama Lena (15).Di lokasi yang sama, Kepala Seksi Konservasi Wilayah III, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur, Widodo mengatakan hendaknya tidak menyimpulkan sendiri penyebab kematian singa tersebut. "Sebelum kita meneliti di kandang ini, kita jangan membuat opini dulu, mari kita analisa. Ya memang ini masih analisa sementara, karena kita masih memerlukan bukti-bukti lain," ujar Widodo.Sembari memerankan aksi Singa sebelum tewas, Widodo menerangkan, aktivitas singa ketika berada dalam kandang, dia akan berputar-putar memutari kandang. "Sesekali dia akan menggesek-gesekkan kepalanya ke jeruji kandang. Dia juga kerap berdiri mencakar-cakar dinding. Saat berdiri, tingginya lebih dari dua meter, kita sudah mengukur," terang dia."Saat beraktivitas, dia juga menaiki tempat tidurnya. Nah saat menunjukkan prilakunya itulah, ketika hendak turun dari tempat tidur, kemungkinan dia berpegangan pintu atas kandang. Ini juga kita peroleh keterangan dari petugas KBS, kalau malam hari sebelum kejadian dia tidak tidur," tutur Widodo.Seperti diketahui, kandang Michael berada di paling ujung bagian depan kandang Singa di KBS. Di kandang berukuran 3 x 3 meter ini, tim investigasi Kemenhut yang lain dan beberapa Keeper KBS, memaparkan situasi sebelum Singa Afrika itu tergatung dengan leher terjerat tali seling. Saat berada di dekat pintu kandang, yang terdapat tali seling pengait untuk membuka kandang, leher Michael menyangkut pada tali seling pembuka pintu.
Mungkinkah singa di KBS jeratkan leher sendiri ke tali besi?
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini tak yakin singa itu tewas bunuh diri sebab kematiannya tak wajar.
Advertisement
Rekomendasi
