Selama dua bulan terakhir, Gunung Sinabung tak henti-hentinya erupsi. Kondisi ini membuat ribuan warga mengungsi dan masih memilih bertahan sampai sekarang. Mereka juga kehilangan mata pencariannya karena kebun dan tanamannya terkena dampak letusan.Kondisi itu membuat banyak pihak menuding pemerintah lepas tangan menangani pengungsi letusan Gunung Sinabung. Ditambah lagi, Pemerintah Kabupaten Karo dikabarkan tidak mampu menangani jumlah pengungsi yang masih bertahan.Terkait hal itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Syamsul Maarif membantah pemerintah diam saja. Dia berdalih, pemerintah melalui lembaganya justru memperkuat tanggung jawab bupati Karo sebagai perpanjangan tangan."Jadi intinya, kita akan memperkuat pertanggungjawaban terhadap kepala daerah. Jadi ketika ini masih bupati Karo, bukan berarti pusat diam saja," ungkap Syamsul di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (16/1).Seperti halnya bencana yang menimpa warga Manado, BNPB juga memberikan bantuan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara pascabencana banjir bandang kemarin. Syamsul kembali menegaskan, tak benar ada pembiaran terhadap pengungsi Sinabung, hanya saja komando dipegang oleh bupati."Kita juga punya posko di sana, tetapi tetap di tangannya bupati," tandasnya.Untuk membantu para pengungsi, pemerintah pun telah mengerahkan seluruh kekuatannya. "Kita mengerahkan TNI, Polri, kementerian/lembaga juga membantu di sana. Dari Kementan, Kemenkes, Kemensos, semua terlibat di situ, memperkuat," pungkasnya.
BNPB bela pemerintah, tak ada lepas tangan soal Sinabung
Pengungsi Sinabung mengaku sampai saat ini bantuan yang sampai pada mereka terbatas.
Advertisement
Rekomendasi
