Wakil Ketua Komisi II DPR dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Arif Wibowo tak sepakat jika kisruh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan wakilnya Wisnu Sakti Buana dibawa ke DPR. Menurut dia, tindakan ini bermuatan politis dan terkesan berlebihan.Arif menyatakan, persoalan Risma dan Wisnu sudah diselesaikan di internal partai banteng moncong putih ini. Karena itu, dia tak sepakat jika Risma harus kembali dipanggil Komisi II DPR besok."Saya tidak setuju, enggak ada urgensinya. Kalau gini terus, bisa jadi preseden. Ini kan cuma masalah daerah dan kita usulkan jalan keluar. Kalau enggak terima proses, bisa diselesaikan ke PT TUN. Kalau ada manipulasi tanda tangan, bisa ke kepolisian," kata Arif di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (25/2).Dia pun meminta agar pihak-pihak di luar PDIP tak ikut campur. Karena persoalan ini sudah selesai di internal."Menurut saya terlalu jauh. Sementara di kita sudah selesai. Bu Risma sudah ketemu dengan Mega kemarin Senin. Hasilnya clear. Ini adalah problem keluarga. Artinya sudah kita diselesaikan," tutur dia.Arif menilai, ada pihak-pihak yang ingin memanfaatkan popularitas Risma jelang Pemilu 2014. Dia pun menyindir pihak yang memanfaatkan ini untuk mendompleng namanya di pemilu nanti."Ini namanya politisasi. Cenderung lebay. Kalau mau naikin popularitas dan elektabilitas. Kalau mau meningkatkan popularitas, elektabilitas, berjuang saja untuk rakyat," sindir dia.Dia pun berjanji akan memeriksa berkas rapat Komisi II dengan Risma besok. Apakah agenda ini resmi atau hanya permintaan segelintir orang."Saya mau cek jadwalnya, mekanismenya, apakah itu resmi atau tidak, legal atau tidak. Urgensinya seperti apa. Kita sedang selidiki itu," kata dia."Komisi II saja enggak ngerti (besok rapat apa). Pimpinan lain juga enggak ngerti, ini sedang kita investigasi, apakah ada kesalahan prosedur (pemanggilan Risma). DPR ini bekerja atas kewenangan institusional, bukan orang per orang," pungkasnya.Diketahui, konflik Risma dengan wakilnya Wisnu di Surabaya tiba-tiba mencuat hingga ke DPR. Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso memanggil Risma dan tim pemilihan Wisnu ke ruang kerjanya minggu lalu.Priyo mengaku ingin menyelidiki konflik Risma yang menilai janggal pengangkatan Wisnu sebagai wakilnya. Dalam hasil pertemuan itu, Priyo sepakat akan membicarakan hal ini dalam rapat Komisi II DPR bersama pihak terkait pengangkatan Wisnu yang dijadwalkan besok. Pengangkatan Wisnu dinilai tak prosedural dan menyalahi aturan.
PDIP sindir Priyo: Kalau cari popularitas jangan lewat Risma
"Kalau mau meningkatkan popularitas, elektabilitas, berjuang saja untuk rakyat," sindir dia.
Advertisement
Rekomendasi
