Anas akui terima uang operasional dari Nazaruddin

Mantan ketua umum Demokrat ini mengaku menjadi konsultan politik Nazar untuk pencalegan pada pileg tahun 2009 lalu.

Wahid Chandra Daulay
Oleh Wahid Chandra Daulay - Reporter
Anas akui terima uang operasional dari Nazaruddin
Sidang Anas Urbaningrum. ©2014 PulseFeed/dwi narwoko

Mantan ketua umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum mengapresiasi kesaksian Angelina Sondakh dalam sidang lanjutan kasus korupsi proyek Hambalang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).Anas mengatakan, dengan kesaksian Angie tadi, terbukti siapa yang berkata jujur dan tidak."Keterangannya kan jelas tadi yang meminta (uang) Pak Nazar kan, bukan saya. Yang berjanji ke Bu Angie juga pak Nazar. Janji menjadikan Pak Adjie sebagai ketua Komisi V. Setahu saya sampai Pak Adjie itu meninggal Pak Adjie tak pernah tuh jadi ketua komisi V," kata Anas di Pengadilan Tipikor, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (14/8).Anas juga mengungkapkan, uang yang diberikan oleh Nazaruddin adalah uang jasa sebagai konsultan politik Nazar yang saat itu menjadi caleg pada pileg tahun 2009 lalu."Begini, waktu itu Pak Nazar bilang ke saya uang operasional. Mengapa uang operasional? Karena waktu itu saya diminta menjadi konsultan politiknya," ungkapnya.Mantan ketua Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) ini juga menjelaskan, saat itu dia membimbing Nazar bersama ketiga saudaranya."Saya waktu itu membimbing persiapan dia sebagai caleg. Kemudian saudaranya yang bernama Nasir, Rita dan Ayyub, itu dikatakan ke saya sebagai uang operasional karena saya membimbing persiapan pencalegan dia," imbuhnya.Anas sempat menolak uang itu karena uang itu disebut gaji. Menurut Anas, jika uang itu gaji, artinya dirinya adalah pegawai Nazaruddin . Anas lebih senang menyebutnya sebagai uang operasional."Saya menganggapnya wajar dong. Tapi saya mendengar kok istilah di kantornya gaji, karena dipake istilah gaji, saya pegawainya dong kalo saya digaji. Karena itu saya kembalikan karena kalau gaji saya nggak mau. Tapi kalau uang operasional sebagai konsultan politiknya ya monggo-monggo saja," tandasnya.

Rekomendasi