Nazaruddin akui didamprat SBY saat akan bongkar kasus

"Sebabnya saya mau membongkar kasus. Saya bilang saya akan ungkap siapa saja yang terlibat di kasus Wisma Atlet."

Aryo Putranto Saptohutomo
Nazaruddin akui didamprat SBY saat akan bongkar kasus
M Nazaruddin Vonis. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Terpidana kasus suap Wisma Atlet, Muhammad Nazaruddin, mengakui sempat dimarahi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, saat kasus Wisma Atlet terkuak dan dia dipanggil ke Cikeas. Menurut dia, selepas dari Cikeas, Anas memintanya pergi ke Singapura hari itu juga."Waktu itu saya dipanggil Ketua Dewan Pembina ke Cikeas. Dia marah-marah. Sebabnya saya mau membongkar kasus. Saya bilang saya akan ungkap siapa saja yang terlibat di kasus Wisma Atlet," kata Nazaruddin saat bersaksi dalam sidang Anas, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (25/8).Nazaruddin melanjutkan, selepas didamprat SBY, dia pergi menuju DPR dan berencana mengadakan jumpa pers."Waktu itu saya mau jumpa pers menyatakan mundur dari Ketua DPR dan Bendahara Umum Partai Demokrat. Saya juga sudah siapkan data-data untuk diledakkan di media," ujar Nazaruddin.Namun, lanjut Nazaruddin, saat itu dia bertemu Anas dan memintanya segera pergi ke Singapura malam itu juga. Dia berdalih Anas memintanya angkat kaki ke negeri singa, sampai situasi mereda dan baru dia kembali."Saya sudah pesan tiket ke Singapura dan seharusnya berangkat beberapa hari kemudian. Malam itu juga Mas Anas minta saya pergi. Katanya supaya situasinya reda, dingin, karena Ketua Dewan Pembina marah. Katanya nanti baru kembali kalau semua sudah tenang," sambung Nazaruddin.

Rekomendasi