Menteri Marwan ajak TNI bangun desa-desa di perbatasan

Dengan bantuan itu, Marwan yakin nasionalisme warga akan kembali meningkat.

Yulistyo Pratomo
Oleh Yulistyo Pratomo - Reporter
Menteri Marwan ajak TNI bangun desa-desa di perbatasan
Menteri Marwan Jafar. ©2014 PulseFeed/dwi narwoko

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar meminta dukungan penuh dari aparat keamanan (TNI) untuk membangun sarana dan prasarana yang dibutuhkan warga perbatasan. Dengan bantuan itu, Marwan yakin nasionalisme warga akan kembali meningkat."Bersama komponen bangsa lainnya, maka berupaya meningkatkan rasa nasionalisme masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan. Juga, membantu mendorong peningkatan alokasi dana ke wilayah-wilayah perbatasan," ujar Marwan saat memberikan arahan pada apel Dandim dan Danrem seluruh Indonesia 2014 yang berlangsung di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Kamis (5/12).Dalam pengarahan yang juga dihadiri Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo tersebut, Marwan menyatakan pentingnya kerja sama dan dukungan dari TNI. Sebab, peningkatan APBN adalah untuk membuka isolasi di kawasan perbatasan, serta memberikan kontribusi pembangunan dan peningkatan jalan.Untuk merencanakan program/kegiatan dan keterlibatan lintas sektor dan daerah. Kemudian, memperkuat kelembagaan BNPP dan Badan Perbatasan Daerah untuk mengarahkan K/L dan SKPD untuk membangun kawasan perbatasan, ujar Menteri Marwan dalam keterangan pers yang diterima PulseFeed.Menurut Mendes Marwan, sudah membuat catatan yang harus dilakukan agar masalah perbatasan tak berkembang menjadi semakin melebar. Seperti perjelas status kependudukan, ketersediaan kebutuhan pangan masyarakat perbatasan, Mengembangkan jaringan komunikasi. juga akselerasi pembangunan infrastruktur di desa perbatasan, sektor pertahanan di desa perbatasan, Program transmigrasi terpadu di perbatasan, ujarnya."Wilayah-wilayah perbatasan dikembangkan dengan mengubah arah kebijakan pembangunan yang selama ini cenderung berorientasi inward looking menjadi outward looking. Sehingga, dapat dimanfaatkan sebagai pintu gerbang aktivitas ekonomi dan perdagangan dengan negara tetangga," paparnya.Pendekatan pembangunan yang dilakukan, selain menggunakan pendekatan yang bersifat keamanan, juga diperlukan pendekatan kesejahteraan. Perhatian khusus diarahkan bagi pengembangan pulau-pulau kecil di perbatasan yang selama ini luput dari perhatian.Menurut Marwan, masalah pedesaan, daerah terpencil dan transmigrasi merupakan tugas yang memerlukan stamina fisik dan pemikiran yang luar biasa. Karena, kata dia, tidak mudah blusukan ke masyarakat secara langsung. Apalagi dengan kondisi infrastruktur yang sangat memprihatinkan.Namun, Marwan mengatakan, visi dan misi yang diemban itu harus tetap dijalankan. Karena, visi pemerintah sekarang ini adalah mewujudkan keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah, menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumberdaya maritim, dan mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai negara kepulauan."Indonesia harus mewujudkan masyarakat maju, berkeseimbangan dan demokratis berlandaskan Negara Hukum. Mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju dan sejahtera, Mewujudkan bangsa yang berdaya-saing," ujar Menteri Marwan.Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, tentara siap membantu atas arahan yang disampaikan Menteri Desa untuk melindungi masyarakat perbatasan. "Silakan Kementerian Desa mengajak TNI membangun perbatasan. TNI dengan Kementerian harus kerja sama untuk mengatasi masalah perbatasan, daerah tertinggal dan daerah terisolir," ujarnya.

Rekomendasi