Gus Ipul ancam polisikan penyebar fitnah jelang Muktamar NU

"Saya akan ikuti, saya akan cermati," kata dia.

Darmadi Sasongko
Oleh Darmadi Sasongko - Reporter
Gus Ipul ancam polisikan penyebar fitnah jelang Muktamar NU
Gus Ipul borong foto PulseFeed 1. ©2015 Merdeka.com

Wakil Gubernur Jawa Timur yang juga Panitia Daerah Muktamar Nahdlatul Ulama ke-33, Saifullah Yusuf mengancam akan mengambil tindakan hukum jika ditemukan pernyataan-pernyataan yang dinilai berlebihan terkait Muktamar NU. Banyak tudingan beredar jika sumbangan APBD sebesar Rp 4,9 miliar dimanfaatkan untuk komoditas politik."Saya ini bukan tim sukses. Cuma menyukseskan saja Muktamar. Tapi kok wis ngono, aku yo bingung. Makanya nanti kalau enggak bener, ada yang ngomong tidak bener akan saya laporkan. Kalau nanti sampai ada kata-kata tidak benar, enggak tahu ke PBNU atau ke mana," kata Gus Ipul di Malang, Jawa Timur, Selasa (21/4).Menurutnya tudingan itu banyak yang tidak berdasar. Pihaknya tidak kana sungkan untuk melaporkan ke pihak berwenang."Saya akan ikuti, saya akan cermati. Kalau ada kalimat-kalimat yang berlebihan, kalimat-kalimat tidak senonoh, kalimat-kalimat fitnah, kami akan laporkan. Karena ini untuk kepentingan NU," tambah dia.

Dia juga mempersilakan siapa pun ambil bagian mengawasi penggunaan dana APBD di Muktamar NU yang akan digelar di Jombang awal Agustus nanti."Kalau KPK berkepentingan ya silakan. Mau Kejaksaan mau Kepolisian silakan, dipersilakan dengan lapang dada," pungkas dia.Sebelumnya Garda Muda Nahdlatul Ulama, di bawah koordinator Fairouz H Anggasuto mengungkapkan sumbangan dana Rp 4,9 miliar dari pemerintah ke Muktamar NU rawan disalahgunakan. Karena baru pertama Muktamar menggunakan dana dari APBD.Garda Muda mendesak para kiai NU maupun Pengurus Besar NU membentuk tim independen untuk mengawasi dan mengaudit penggunaan dana tersebut. Penggunaan APBD tersebut dikhawatirkan disalahgunakan, Garda Muda melihat ada indikasi politik uang saat pemilihan ketua umum. Menurut dia muktamirin telah dikondisikan untuk memilih figur tertentu.Muktamar XXXIII NU akan digelar pada awal Agustus 2015 di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Ada empat pondok pesantren yang difungsikan sebagai lokasi acara untuk menampung sekitar 3.500 peserta muktamar. Keempat pesantren meliputi Pondok Pesantren Tebu Ireng, Tambak Beras, Bahrul Ulum dan Darul Ulum.

Rekomendasi