Setelah banyak cara melakukan pemadaman di areal kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), satuan tugas (Satgas) Sumsel akhirnya menemukan cara yang lebih efektif. Cara tersebut adalah dengan menancapkan paku bumi kawasan yang terbakar, terutama di lahan gambut.Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengatakan, penerapan paku bumi tersebut didapat dari Satgas Afrika Selatan yang disewa salah satu perusahaan perkebunan untuk memadamkan api. Hasilnya terbilang lebih efektif yang membuat api di lahan gambut cepat dipadamkan dan tidak lagi menyebar meluas."Kita belajar dari Satgas Afrika Selatan. Ternyata saat diterapkan, pemasangan paku bumi jitu juga dan sangat efektif," ungkap Willem, Rabu (11/11).Dijelaskannya, cara kerja paku bumi tersebut adalah menancapkan pipa besi berdiameter 15 centimeter dan sepanjang 1,5 meter ke dalam gambut. Ujung pipa itu dibuat runcing sehingga mudah ditekan masuk ke dalam.Di setiap sisi pipa, dilubangi agar air bisa keluar dari berbagai arah. Kemudian, air disemprotkan ke dalam pipa itu sehingga menyebar ke titik api di bawah lahan gambut."Kalau water bombing air tidak meresap ke dalam, tapi dengan paku bumi, bisa masuk ke bawah," ujarnya.Sebelum menancapkan paku bumi, tim terlebih dahulu harus mendeteksi titik api menggunakan kamera thermal. Jika terdeteksi adanya api dengan panas di atas 150 derajat celcius, mereka akan langsung menyuntikkan paku bumi ke lahan tersebut."Begitu dialiri air, uap dan asap langsung keluar, serta temperatur tanah langsung menurun drastis," kata dia.Dia menambahkan, pihaknya baru sebulan terakhir menerapkan cara tersebut. Jumlahnya pun masih berkisar puluhan unit."Rencananya akan ada 200 unit lagi bakal ditambah agar lebih efektif," pungkasnya.
Belajar dari Afsel, BNPB pakai paku bumi padamkan kebakaran gambut
Cara ini lebih efektif dari water booming.
Advertisement
Rekomendasi
