Rinaldi yang disandera Abu Sayyaf melaut demi hidupi keluarga

Rinaldi berharap mendapat penghasilan lebih banyak saat melaut ke luar negeri.

Salviah Ika Padmasari
Oleh Salviah Ika Padmasari - Reporter
Rinaldi yang disandera Abu Sayyaf melaut demi hidupi keluarga
Pelaut asal Makassar disandera Abu Sayyaf. ©2016 PulseFeed/mappesona

Rinaldi (25) adalah anak sulung dari tiga bersaudara pasangan Amiruddin dan Roslia, warga Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Dia merupakan salah satu dari sepuluh pelaut Indonesia disandera, setelah kapalnya dibajak kelompok militan Abu Sayyaf di perairan Tawi-tawi, selatan Filipina, Sabtu (26/3).Rinaldi bekerja menjadi pelaut buat membantu kehidupan keluarganya yang terbilang kurang mampu. Setelah menyelesaikan pendidikan SMA di Wotu, dia merantau ke Makassar dan tinggal di rumah bibinya, Hamsiar (47), merupakan kakak kandung ayah Rinaldi. Di Makassar, Rinaldi bekerja buat menghidupi diri sendiri dan keluarga dari uang hasil keringat yang disisihkan."Bapak Rinaldi titipkan Rinaldi ke saya. Saat itu saya masih kerja di departemen store Matahari, jadi saya urus Rinaldi masuk juga. Sempat kerja selama dua tahun lebih sebagai Sales Promotion Boy (SPB)," kata Hamsiar saat ditemui di rumahnya, di Jalan Tinumbu, lorong 132 J Nomor 12, RW 6/RT 3, Kelurahan Layang, Kecamatan Bontoala, Makassar, Rabu (30/3).Suatu hari, kata Hamsiar, Rinaldi mengungkapkan keinginannya beralih pekerjaan demi membantu orang tua, supaya kehidupan keluarganya di kampung lebih baik. Sebab ayahnya, Amiruddin, tidak punya pekerjaan tetap. Sementara dia punya dua adik masih harus sekolah.Rinaldi pun ingin belajar di sekolah pelayaran. Dia hendak menjadi pelaut supaya bisa dapat uang banyak."Kita tahu toh kalau pelaut gajinya tinggi. Saat itu Rinaldi bilang, 'tante, saya mau berlayar siapa tahu bisa ubah hidup," ucap Hamsiar menirukan kalimat keponakannya.Menurut ibu empat anak itu, Rinaldi adalah pekerja keras dan peduli dengan keluarga. Maka dari itu, saat dia minta buat belajar di sekolah pelayaran, kata Hamsiar, dia dan keluarga lain tidak segan-segan membantu. Mereka mengumpulkan uang Rp 10 juta buat biaya Rinaldi belajar di Balai Pendidikan Ilmu Pelayaran Barombong.Akhirnya setelah lulus, Rinaldi mulai sering berlayar. Dia lebih banyak ke daerah Kalimantan. Rinaldi pun menyisihkan penghasilannya, dan dikirimkan buat orang tua dan adiknya, Rivaldi, yang saat ini masih kuliah di Makassar.Menurut Hamsiar, Desember tahun lalu dia kembali ke Makassar mengurus administrasi buat berlayar ke luar negeri. Kurang lebih dua pekan Rinaldi berada di Makassar, lalu kembali lagi berlayar. Hamsiar menyatakan, suatu hari dia menyampaikan hendak ke Filipina dengan kapal TB Brahma 12. Apalagi berlayar ke luar negeri menjadi impiannya dari dulu buat mengumpulkan uang lebih banyak demi keluarganya.

Pelaut asal Makassar disandera Abu Sayyaf ©2016 PulseFeed/mappesona

"Komunikasi terakhir dengan Rinaldi tanggal 23 Maret lalu melalui Line. Dia hanya mengirimkan fotonya yang sedang di atas kapal di tengah laut. Dia menginformasikan kalau sudah akan hilang sinyal karena sedang berlayar. Kami berharap bersama yang lain, Rinaldi keponakan kami, berhasil diselamatkan dengan kondisi sehat," tutup Hamsiar.

Rekomendasi