Mengenal 4 Program Quick Wins Smart City Kota Manado

"4 Program tadi sebagai quick wins kita. Kami membuka peranserta masyarakat untuk memebrikan masukan, laporan, atau apapun," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Manado Erwin Kontu di Balai Sudirman, Selasa (5/11).

Anwar Khumaini
Oleh Anwar Khumaini - Reporter
Mengenal 4 Program Quick Wins Smart City Kota Manado
Smart City Kota Manado. ©2019 Merdeka.com

Kota Manado saat ini terpilih menjadi salah satu dari 75 kota di Indonesia yang masih dalam Gerakan Menuju 100 Smart City. Gerakan ini merupakan program bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PUPR, Bappenas serta Kantor Staf Kepresidenan.

Ada 4 program quick wins yang menjadi andalan Pemerintah Kota Manado dalam mengimplementasikan smart city ini. Yaitu Cerdas Command Center (C3), Portal Analisis Data Berbasis Peta (PANADA), Pajak Online Terpadu (PONTER) dan Manado Siaga 112 (MS112).

"4 Program tadi sebagai quick wins kita. Kami membuka peranserta masyarakat untuk memebrikan masukan, laporan, atau apapun," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Manado Erwin S Kontu di Balai Sudirman, Selasa (5/11).

Gerakan Menuju 100 Smart City bertujuan membimbing Kabupaten/Kota dalam menyusun Masterplan Smart City agar bisa lebih memaksimalkan pemanfaatan teknologi, baik dalam meningkatkan pelayanan masyarakat maupun mengakselerasikan potensi yang ada di masing-masing daerah.

Menurut Erwin banyak sekali manfaat yang dirasakan masyarakat terkait 4 program smart city yang telah dicanangkan oleh Pemkot Manado. Di antaranya masyarakat tidak perlu antre lagi untuk membayar pajak.

"Luar biasa manfaat daripada program smart city Kota Manado. Misalnya dengan adanya aplikasi PONTER, dulu masyarakat mengurus pajak harus datang ke kantor pajak, sekarang tinggal isi formulir online, hasilnya langsung diambil oleh Kantro Pajak dan gak harus antre. Mengurus perizinan-perizinan pun gak harus datang dan ngisi aplikasi," ujarnya berapi-api.

Dulu, imbuh Erwin, Kota Manado sama sekali tidak memiliki sarana pengaduan masyarakat. Sehingga pelayanan terhadap masyarakat pun terhambat. Namun dengan adanya berbagai program smart city ini, berbagai kendala akhirnya bisa terpecahkan dengan baik.

Ditanya soal pengaduan apa saja yang banyak masuk di Manado Siaga 112, Erwin memaparkan, kriminalitas menjadi salah satu yang banyak dilaporkan.

"Masalah kebakaran, kebutuhan ambulans, sama kriminalitas. Kami juga kerjasama dengan kepolisian. Kalau polisi ada 110, karena kita dibantu mereka jadi gak lagi jadi masalah telepon ke 110 atau 112," ungkapnya.

Rekomendasi