Indonesian kedatangan vaksin AstraZeneca atas bantuan pemerintah Jepang sebanyak 998.400 dosis. Vaksin tahap pertama tersebut tiba di bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang Kamis (1/7) pada pukul 17.00 WIB.
"Hari ini menyambut kedatangan vaksin AstraZeneca sebagai dukungan dari Jepang dalam jumlah 998.400 dosis, dan kedatangan ini merupakan batch pertama dari rencana dua kali pengiriman dua vaksin dukungan pemerintah Jepang," kata Wakil Menteri Luar Negeri, Mahendra Siregar dalam konferensi pers kedatangan vaksin secara virtual, Kamis (1/7).
Dia mengungkapkan, bantuan vaksin itu merupakan hasil nyata dari kerja sama dan komunikasi intensif antara Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Menlu Jepang Thosimitsu Motegi yang dilakukan selama ini. Keduanya juga menghadiri pertemuan para menteri luar negeri G20 di Italia.
"Sehingga sebagai tindak lanjut pada tanggal 29 Juni lalu kemenlu, dan kedubes Jepang di Jakarta menandatangani kerja sama vaksin sebagai upaya bersama menangani pandemi Covid-19," ungkapnya.
Mahendra menambahkan, di tengah meningkatnya tren penularan Covid-19 di tanah air, pemerintah terus bekerja keras dan melakukan diplomasi agresif untuk mengamankan pasokan vaksin bagi kebutuhan rakyat Indonesia.
Dia bilang, bahwa upaya ini tidak mudah mengingat pasokan vaksin di dunia masih terbatas. Sementara kebutuhan vaksin dari setiap negara sangat besar dan mendesak.
"Oleh karena itu pemerintah berterima kasih kepada pemerintah dan masyarakat Jepang yang telah bersedia berbagi, dan mendukung secara kongkrit upaya penanganan pandemi di Indonesia," terangnya.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berterima kasih Jepang mau membantu Indonesia.
"Saya di sini hanya mengucapkan terima kasih sebanyak banyaknya kepada Bapak dita besar Jepang dan pemerintah Jepang dan seluruh rakyat Jepang atas perhatiannya untuk membantu pengiriman AstraZeneca ke Indonesia," katanya.
Menurutnya, hubungan antara Indonesia dan Jepang sudah sangat lama. Dia bilang, orang Indonesia memahami budaya Jepang.
"Banyak juga teman teman saya yang belajar ke Jepang dan banyak juga orang orang Jepang tinggal di Indonesia jadi hubungannya sudah sangat dekat," ungkapnya.
Budi percaya bantuan ini tidak dilatarbelakangi tujuan tertentu. Menurutnya, Jepang memberikan bantuan vaksin lantaran punya hubungan dekat dengan Indonesia.
"Saya percaya bantuan ini bukan dilatarbelakangi hal hal lain selain kedekatan hubungan antar kedua bangsa dan saya harap rakyat Jepang sehat selalu," kata Budi.
"Dan mudah mudahan bisa mengatasi pandemi ini bersama sama karena pandemi besar ini hanya bisa diselesaikan kalau Kita kerja sama seluruh bangsa di dunia tidak mungkin satu bangsa menyelesaikannya sendiri," tandasnya.
