Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo kaget sejumlah harga pangan mengalami kenaikan di Pasar Terong dan Pa'baeng-baeng Makassar. Salah satu kenaikan harga bahan pangan yang menjadi perhatian Syahrul adalah daging, khususnya impor.
Bahkan Syahrul langsung menelpon pemasok daging impor yakni PT Indoguna untuk melakukan intervensi stok daging di pasar agar harga bisa kembali normal. Sementara terkait daging lokal, mantan Gubernur Sulsel ini menyebut tidak ada masalah.
"Daging lokal aman, yang agak naik daging impor sampai Rp5 ribu/kg. Saya sudah telepon tadi Indoguna untuk turun tangan, kenapa harus mahal," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (2/4).
Mantan Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Indonesia (APPSI) ini mengakui ada kenaikan sejumlah bahan pangan di pasar tradisional. Meski demikian, kenaikan harga tersebut masih dalam tahap wajar.
"Tentu saja kalau Ramadan ada kenaikan, tetapi harusnya tidak melonjak terlalu jauh," tuturnya.
Syahrul mengaku sudah memerintahkan seluruh pejabat Kementerian Pertanian untuk turun ke daerah memantau ketersediaan bahan pangan. Ia juga mengaku sudah berkoordinasi dengan distributor dan importir.
"Walaupun ini bukan tugas Kementan, tetapi karena berkait beras, daging, telur yang di bawah saya, harusnya tidak terjadi begitu. Saya berharap Pemda lebih aktif karena alokasi kita aman," sebutnya.
Untuk stok bahan pangan, Syahrul menegaskan masih aman. Apalagi pada Mei 2022, petani sejumlah daerah memasuki masa panen.
"Tapi saya kira untuk Mei ini sudah aman. Kita sudah lakukan mapping. Jadi daerah- daerah yang surplus akan sortir barang ke daerah yang defisit," ucapnya.
