Tahukah Anda? Dinkes Sulbar Kolaborasikan Kader untuk Sukseskan Gerakan Cinta Posyandu

Dinas Kesehatan Sulbar gencar menggalakkan Gerakan Cinta Posyandu, sebuah inisiatif kolaboratif untuk memastikan tumbuh kembang balita. Bagaimana strategi ini mewujudkan generasi sehat dan berdaya saing di masa depan?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Dinkes Sulbar Kolaborasikan Kader untuk Sukseskan Gerakan Cinta Posyandu
Dinas Kesehatan Sulbar gencar menggalakkan Gerakan Cinta Posyandu, sebuah inisiatif kolaboratif untuk memastikan tumbuh kembang balita. Bagaimana strategi ini mewujudkan generasi sehat dan berdaya saing di masa depan? (AntaraNews)

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) secara aktif menggalakkan Gerakan Cinta Posyandu, sebuah inisiatif penting yang melibatkan kolaborasi erat antara kader posyandu, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Gerakan ini bertujuan utama untuk memastikan setiap anak di wilayah tersebut mendapatkan pemantauan tumbuh kembang secara rutin dan komprehensif.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa posyandu memiliki peran lebih dari sekadar tempat penimbangan anak. Menurutnya, posyandu adalah "ruang tumbuh harapan dan edukasi bagi keluarga," yang diharapkan dapat menghidupkan kembali semangat kebersamaan.

Melalui semangat kolaborasi ini, Pemerintah Provinsi Sulbar berupaya mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Inisiatif Gerakan Cinta Posyandu menjadi fondasi penting dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi anak-anak di Sulawesi Barat.

Memperkuat Peran Posyandu sebagai Pusat Layanan Terpadu

Gerakan Cinta Posyandu dirancang khusus untuk memperkuat fungsi posyandu sebagai pusat layanan terpadu bagi keluarga di Sulawesi Barat. Program ini tidak hanya berfokus pada kesehatan ibu dan anak, melainkan juga menyentuh aspek-aspek krusial lainnya seperti gizi, pola asuh, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Inisiatif ini merupakan wujud nyata dari komitmen pemerintah daerah dalam membangun generasi yang sehat dan berdaya saing. Dengan pendekatan holistik, posyandu diharapkan mampu memberikan dukungan maksimal bagi tumbuh kembang optimal setiap balita.

dr. Nursyamsi Rahim menekankan pentingnya peran posyandu dalam membentuk masa depan. "Posyandu bukan hanya tempat timbang anak, tetapi ruang tumbuh harapan dan edukasi bagi keluarga. Melalui Gerakan Cinta Posyandu, kita ingin menghidupkan kembali semangat kebersamaan untuk mewujudkan generasi Sulbar yang sehat, cerdas dan berkarakter," ujarnya.

Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam upaya ini, memastikan layanan kesehatan dasar yang lebih kuat dan kesadaran gizi keluarga yang meningkat. Setiap balita diharapkan dapat tumbuh sehat dan memiliki daya saing yang tinggi.

Capaian dan Sinergi dengan Program Pembangunan Daerah

Hingga 5 Oktober 2025, capaian penimbangan balita di Provinsi Sulawesi Barat tercatat sebesar 71,8 persen, menunjukkan progres positif dari Gerakan Cinta Posyandu. Angka ini mencerminkan dedikasi pemerintah dan masyarakat dalam memantau kesehatan anak-anak.

Secara rinci, Kabupaten Pasangkayu menunjukkan capaian tertinggi dengan 82,52 persen, sementara Kabupaten Mamasa tercatat sebagai yang terendah dengan 66,16 persen. Data ini menjadi evaluasi penting untuk terus meningkatkan jangkauan dan efektivitas program di seluruh wilayah.

Kegiatan penimbangan balita ini juga merupakan bagian integral dari implementasi program Pencegahan dan Penanganan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem Terpadu (Pasti Padu). Program Pasti Padu digalakkan oleh Pemerintah Provinsi Sulbar untuk mendukung pencapaian visi "Sulbar Maju dan Sejahtera."

Upaya ini sejalan dengan misi ketiga Pemerintah Provinsi Sulbar, yaitu 'Membangun Sumber Daya Manusia yang Unggul dan Berkarakter'. dr. Nursyamsi Rahim menegaskan, "Langkah kecil seperti menimbang anak di posyandu adalah upaya besar untuk masa depan. Karena dari posyandu, lahir generasi kuat menuju 'Sulbar Maju dan Sejahtera'."

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi