Bupati Jembrana Kecam Keras Aksi Vandalisme Bendera Merah Putih, Desak Proses Hukum Pelaku

Aksi vandalisme Bendera Merah Putih di Jembrana memicu kecaman Bupati I Made Kembang Hartawan. Ia mendesak penegakan hukum dan penguatan wawasan kebangsaan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bupati Jembrana Kecam Keras Aksi Vandalisme Bendera Merah Putih, Desak Proses Hukum Pelaku
Aksi vandalisme Bendera Merah Putih di Jembrana memicu kecaman Bupati I Made Kembang Hartawan. Ia mendesak penegakan hukum dan penguatan wawasan kebangsaan. (AntaraNews)

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, mengecam keras aksi vandalisme terhadap Bendera Merah Putih yang terjadi di wilayahnya. Ia menegaskan tindakan tersebut merupakan pelecehan serius terhadap lambang negara dan mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus ini. Kejadian ini memicu keprihatinan mendalam di kalangan pemerintah daerah dan masyarakat luas.

Insiden memalukan ini terjadi pada Selasa (18/11) lalu, di mana sebuah video viral menunjukkan dua pemuda menurunkan Bendera Merah Putih. Mereka kemudian mencoret bendera tersebut menggunakan cat semprot abu-abu metalik dengan tulisan "RKUHAP" di Taman Pecangakan, Kota Negara. Aksi ini sontak menimbulkan reaksi negatif dan kecaman dari berbagai pihak.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Kembang Hartawan telah berkoordinasi dengan Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati dan Komandan Kodim 1617/Jembrana Letnan Kolonel Inf. Sy Ghafur Thalib. Pemerintah daerah menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada kepolisian untuk mengungkap dan menangkap para pelaku. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi.

Kecaman Tegas dan Langkah Koordinatif Pemerintah Daerah

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menyatakan bahwa aksi vandalisme ini adalah bentuk pelecehan terhadap lambang negara. "Aksi menurunkan Bendera Merah Putih, kemudian mencoret-coretnya, jelas merupakan pelecehan terhadap lambang negara," katanya di Negara, Kabupaten Jembrana, Kamis.

Pemerintah daerah telah mengambil langkah koordinatif dengan aparat keamanan untuk menuntaskan persoalan ini. "Kami dari pemerintah daerah berkoordinasi dengan Kapolres, Dandim, dan seluruh aparat, untuk bisa membantu menyelesaikan persoalan ini. Kami serahkan sepenuhnya kepada Ibu Kapolres terhadap kasus ini," tegas Bupati Kembang Hartawan.

Kepada masyarakat luas, Bupati mengimbau agar tidak terprovokasi dan tetap tenang. Ia meyakinkan bahwa seluruh aparat keamanan telah bekerja keras untuk mengungkap dan menangkap para pelaku. "Jangan terprovokasi, untuk mengungkap, termasuk menangkap pelakunya, pihak aparat keamanan sudah bekerja," tambahnya.

Penguatan Wawasan Kebangsaan untuk Generasi Muda

Untuk mencegah terulangnya kasus serupa di Kabupaten Jembrana, pemerintah daerah akan memperkuat kesadaran kebangsaan. Edukasi dan pemahaman wawasan kebangsaan harus semakin dipertajam, khususnya di kalangan generasi muda.

Pentingnya menghargai simbol-simbol negara ditekankan sebagai bagian dari pemahaman tersebut. "Termasuk pemahaman untuk menghargai simbol-simbol negara, seperti Bendera Merah Putih," kata Bupati. Hal ini bertujuan agar generasi muda memahami makna dan nilai luhur di balik lambang negara.

Bupati menjelaskan bahwa dalam Bendera Merah Putih terkandung nilai-nilai sejarah berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang penuh perjuangan. "Untuk menegakkan Bendera Merah Putih di Nusantara bukan hal yang mudah. Banyak perjuangan dan pengorbanan dari pendahulu kita demi mengibarkan bendera bangsa tersebut," ujarnya, menekankan pentingnya penghargaan terhadap warisan sejarah.

Komitmen Aparat Keamanan Ungkap Pelaku

Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti kasus ini. "Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati mengatakan pihaknya akan mengungkap dan menangkap pelaku vandalisme terhadap Bendera Merah Putih tersebut," demikian pernyataannya.

Aksi vandalisme ini beredar di media sosial pada Selasa (18/11) lalu, menampilkan video pencoretan Bendera Merah Putih. Lokasi kejadian diduga berada di Taman Pecangakan, Kota Negara, Jembrana.

Dua orang pemuda diduga menjadi pelaku dalam insiden ini, di mana mereka menurunkan Bendera Merah Putih. Bendera tersebut kemudian dicoret menggunakan cat semprot berwarna abu-abu metalik, dengan tulisan "RKUHAP" terpampang jelas di permukaannya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi