Waketum Amin Said Bicara Konflik PBNU, Dorong Islah Bukan Perbesar Masalah

Ketua Umum maupun Rais Aam PBNU pemegang mandat muktamar. Tidak ada forum di luar Muktamar Luar Biasa memiliki kewenangan mencabut mandat keduanya.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
Waketum Amin Said Bicara Konflik PBNU, Dorong Islah Bukan Perbesar Masalah
Waketum Amin Said Bicara Konflik PBNU, Dorong Islah Bukan Perbesar Masalah (Merdeka.com)

Wakil Ketua Umum PBNU, Amin Said Husni meminta seluruh jajaran PBNU untuk tetap fokus pada penyelesaian tugas organisasi. Dia juga meminta agar pengurus PBNU tidak terseret dalam pusaran polemik yang berkembang agar tak memperkeruh keadaan.

Amin menjelaskan bahwa Ketua Umum PBNU maupun Rais Aam PBNU adalah pemegang mandat muktamar. Karena itu, menurut Amin, tidak ada forum apapun di luar Muktamar Luar Biasa (MLB) yang memiliki kewenangan mencabut mandat keduanya.

"Rapat atau permusyawaratan apa pun selain Muktamar tidak bisa memberhentikan Rais ‘Aam maupun Ketua Umum,” kata Amin dalam keterangannya, Selasa (25/11).

Aturan Penyelenggaraan Muktamar

Amin menyatakan bahwa Rais ‘Aam juga tidak dapat menyelenggarakan MLB secara sepihak. MLB hanya dapat digelar bersama Ketua Umum PBNU, itu pun dengan syarat dan ketentuan yang sangat ketat.

“Jadi tidak mudah. Ada mekanisme yang harus diikuti, dan semuanya jelas diatur dalam AD/ART,” kata Amin.

Masa khidmat kepengurusan PBNU saat ini akan berakhir pada Januari 2027. Dengan waktu yang tersisa sekitar satu tahun, Amin menilai energi organisasi sebaiknya difokuskan pada penyelesaian program dan persiapan menuju Muktamar berikutnya. Menurutnya, menghabiskan waktu untuk memelihara konflik hanya akan menimbulkan mudarat bagi NU.

“Untuk itu, jalan satu-satunya adalah islah sebagaimana nasihat ulama. Percuma memelihara perbedaan dan konflik. Malah hanya mendatangkan mudarat,” ujar dia.

Amin bahkan mengingatkan bahwa dalam tradisi para kiai, konflik yang dipelihara hanya akan membawa kesialan bagi siapa pun yang mengobarkannya. “Bisa-bisa kena kualat,” ujar Amin.

Dia meminta seluruh pihak menahan diri dan kembali menenangkan suasana demi menjaga marwah organisasi serta keberlanjutan program strategis NU menjelang masa akhir kepengurusan.

Rekomendasi