Banjir Jember Telan Satu Korban Jiwa Akibat Sengatan Listrik di Rambipuji

Tragedi melanda Jember saat banjir menerjang, menelan satu korban jiwa akibat sengatan listrik. BPBD Jember mendistribusikan bantuan dan mengimbau warga waspada cuaca ekstrem.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Banjir Jember Telan Satu Korban Jiwa Akibat Sengatan Listrik di Rambipuji
Tragedi melanda Jember saat banjir menerjang, menelan satu korban jiwa akibat sengatan listrik. BPBD Jember mendistribusikan bantuan dan mengimbau warga waspada cuaca ekstrem. (AntaraNews)

Banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Kamis (12/2/2026) malam, mengakibatkan satu korban meninggal dunia. Peristiwa tragis ini terjadi di Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, saat korban sedang membersihkan rumahnya.

Korban, Siti Nurfadila (55), tersengat aliran listrik ketika sedang membersihkan rumahnya yang terdampak banjir. Kondisi rumah yang tergenang air menjadi pemicu insiden fatal tersebut, menyebabkan korban dinyatakan meninggal dunia setelah dibawa ke Puskesmas pembantu Rambipuji.

Hujan deras yang mengguyur Jember selama beberapa jam menjadi penyebab utama meluapnya sejumlah sungai dan merendam permukiman warga di beberapa kecamatan. Kejadian ini menyoroti risiko bahaya listrik saat banjir dan pentingnya kewaspadaan masyarakat.

Dampak Banjir dan Penanganan Korban

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Edi Budi Susilo, mengonfirmasi bahwa Siti Nurfadila (55) meninggal dunia akibat sengatan listrik saat banjir. Korban tersengat listrik ketika membersihkan rumahnya di Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Kamis malam. Keluarga korban telah mengikhlaskan kepergiannya dan jenazah dimakamkan di TPU desa setempat.

Setelah insiden, korban segera dilarikan ke Puskesmas pembantu (Pustu) Rambipuji untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia beberapa menit kemudian. Peristiwa ini menjadi pengingat serius akan bahaya tersembunyi saat penanganan pasca-banjir.

Luasnya Area Terdampak Banjir Jember

Hujan deras yang mengguyur Jember selama beberapa jam menyebabkan debit air di sejumlah sungai meningkat drastis. Akibatnya, sungai-sungai tersebut meluap dan merendam permukiman warga di beberapa kecamatan. Fenomena cuaca ekstrem ini menjadi pemicu utama bencana Banjir Jember yang meluas.

Kecamatan Rambipuji menjadi wilayah paling terdampak dengan jumlah warga mencapai 3.774 Kepala Keluarga (KK). Mereka tersebar di tujuh desa, yaitu Rambigundam, Rambipuji, Curahmalang, Nogosari, Kaliwining, Gugut, dan Rowotamtu. Data ini menunjukkan skala bencana Banjir Jember yang signifikan.

BPBD Jember segera mendistribusikan logistik bantuan kepada warga terdampak, dengan prioritas di Kecamatan Rambipuji. Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, dapur umum didirikan di empat desa di kecamatan tersebut. Bantuan ini krusial untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak Banjir Jember.

Selain Rambipuji, warga di Kecamatan Bangsalsari dan Wuluhan juga menerima bantuan logistik. Edi Budi Susilo memastikan bahwa semua warga yang sempat mengungsi kini sudah kembali ke rumah masing-masing. Ini menunjukkan penanganan pasca-bencana yang cukup responsif dari pihak berwenang.

Imbauan Kewaspadaan Cuaca Ekstrem

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesiagaan terhadap potensi bencana alam akibat cuaca ekstrem. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis peringatan kewaspadaan cuaca ekstrem di Jawa Timur. Periode kewaspadaan ini berlangsung dari tanggal 10 hingga 20 Februari 2026.

Kewaspadaan ini sangat penting mengingat insiden tragis yang menimpa korban Banjir Jember akibat sengatan listrik. BPBD Jember menekankan pentingnya langkah mitigasi dan kesiapan diri menghadapi potensi bencana. Ini termasuk memastikan keamanan instalasi listrik saat musim hujan dan banjir.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi