Meulaboh, Aceh Barat – Enam kepala keluarga (KK) penyintas banjir bandang di Desa Lawet, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, telah mencapai kesepakatan untuk menempati hunian sementara (huntara) setelah perayaan Idul Fitri. Keputusan ini diambil setelah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat, yang memastikan ketersediaan fasilitas huntara. Penundaan ini bertujuan agar masyarakat dapat merayakan momen Lebaran bersama sanak saudara sebelum memulai kehidupan baru di hunian yang telah disediakan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah, menjelaskan bahwa situasi Hari Raya Idul Fitri menjadi pertimbangan utama bagi para penyintas. Mereka merasa belum memungkinkan untuk pindah ke huntara saat suasana Lebaran masih berlangsung. Kesepakatan ini mencerminkan keinginan kuat masyarakat untuk tetap menjaga tradisi silaturahim dan kebersamaan keluarga di momen penting tersebut.
Teuku Ronald juga menambahkan bahwa momentum Idul Fitri dimanfaatkan sepenuhnya untuk bersilaturahim, sebelum akhirnya menempati huntara yang telah rampung dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pembangunan 12 unit huntara yang tersebar di Desa Lawet dan Desa Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, telah selesai seluruhnya sesuai batas waktu yang ditentukan. Fasilitas ini diharapkan dapat memberikan tempat tinggal yang layak bagi para korban bencana.
Advertisement
Advertisement
Penundaan Penempatan Huntara Aceh Barat Demi Tradisi Lebaran
Keputusan para penyintas banjir bandang di Aceh Barat untuk menunda penempatan hunian sementara hingga setelah Idul Fitri menunjukkan prioritas mereka terhadap nilai-nilai kekeluargaan dan tradisi. Masyarakat Desa Lawet dan Jambak ingin memastikan bahwa perayaan Lebaran, yang merupakan momen sakral untuk berkumpul dan bersilaturahim, dapat terlaksana dengan baik. Penundaan ini bukan karena kendala fasilitas, melainkan murni atas keinginan para korban bencana itu sendiri.
Teuku Ronald Nehdiansyah dari BPBD Kabupaten Aceh Barat mengonfirmasi bahwa kesepakatan ini telah dicapai dengan pihak keluarga penyintas. Ia memahami alasan di balik keputusan tersebut, mengingat Idul Fitri adalah waktu yang sangat penting bagi umat Muslim untuk mempererat tali persaudaraan. Meskipun huntara sudah siap, aspek sosial dan emosional masyarakat menjadi pertimbangan utama dalam proses relokasi ini.
Pemerintah daerah melalui BPBD terus berkoordinasi untuk memastikan bahwa proses transisi ke huntara dapat berjalan lancar setelah masa libur Lebaran usai. Persiapan untuk melengkapi isi huntara juga sedang dilakukan, sehingga saat para penyintas mulai menempati, mereka sudah bisa merasakan kenyamanan. Komitmen ini menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap pemulihan pascabencana di wilayah Aceh Barat.
Advertisement
Advertisement
Progres Pembangunan dan Penempatan Huntara di Aceh Barat
Pembangunan 12 unit hunian sementara (huntara) di dua desa terdampak banjir bandang, yakni Desa Lawet dan Desa Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, telah berhasil diselesaikan. Proyek ini merupakan bagian dari upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang didukung penuh oleh BNPB. Ketersediaan huntara ini menjadi langkah krusial dalam menyediakan tempat tinggal yang aman dan layak bagi masyarakat yang kehilangan rumah akibat bencana.
Menurut Plt Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah, seluruh sarana huntara telah rampung dibangun sesuai jadwal. Saat ini, fokus selanjutnya adalah melengkapi fasilitas internal huntara agar siap huni. Hal ini mencakup penyediaan kebutuhan dasar yang diperlukan oleh setiap kepala keluarga, memastikan mereka dapat memulai kehidupan baru dengan lebih baik.
Sebelumnya, pada Selasa (10/2), enam kepala keluarga lainnya telah lebih dulu menempati huntara di Desa Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat. Keberhasilan penempatan tahap awal ini menjadi contoh positif dan menunjukkan efektivitas program bantuan hunian sementara. Pengalaman dari penempatan sebelumnya akan menjadi pelajaran berharga untuk memastikan kelancaran proses penempatan enam KK berikutnya setelah Idul Fitri.
Advertisement
Sumber: AntaraNews
