Pemerintah Indonesia dan Iran telah memulai penjajakan untuk memperluas kerja sama bilateral di bidang kebudayaan. Fokus utama dari penjajakan ini meliputi sektor film, sastra, warisan budaya, dan pertukaran antar masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat mempererat hubungan yang telah terjalin lama antara kedua negara.
Diskusi mengenai perluasan kerja sama ini berlangsung dalam pertemuan bilateral antara Menteri Kebudayaan Indonesia, Fadli Zon, dan Wakil Menteri Kebudayaan Iran, Mohsen Javadi. Pertemuan tersebut dilaksanakan di sela-sela agenda Pertemuan Menteri Kebudayaan BRICS di Bhopal, India, pada Sabtu (8 Agustus) lalu. Kedua belah pihak menunjukkan komitmen kuat untuk memajukan inisiatif kebudayaan bersama.
Fadli Zon menyatakan bahwa Indonesia dan Iran memiliki hubungan yang langgeng, terutama dalam urusan kebudayaan. Ia menekankan pentingnya memperbarui dan memperkuat ikatan tersebut melalui kerja sama yang lebih konkret di masa mendatang. Pernyataan ini menunjukkan optimisme terhadap potensi besar kolaborasi budaya.
Advertisement
Advertisement
Perluasan Program Pertukaran Budaya
Kedua negara membahas perpanjangan Program Pertukaran Budaya Indonesia-Iran yang berdurasi empat tahun dan akan berakhir pada tahun 2026. Perpanjangan program ini bertujuan untuk mempertahankan fondasi bagi inisiatif bersama yang lebih luas. Area yang menjadi fokus meliputi warisan budaya, museum, sastra dan penerjemahan, film, industri kreatif, serta pengembangan sumber daya manusia.
Mohsen Javadi menyambut baik prospek perpanjangan program ini untuk memperluas kerja sama budaya ke inisiatif yang lebih besar. Ia yakin bahwa kedua negara dapat meningkatkan hubungan melalui film, sastra, pendidikan musik, dan pariwisata budaya. Hal ini dapat dicapai dengan memanfaatkan karakteristik dan nilai-nilai budaya yang sama.
Advertisement
Inisiatif Kolaborasi Film dan Sastra
Menteri Fadli Zon mengusulkan produksi bersama film dan pertukaran pembuat film untuk memperdalam hubungan antara masyarakat Indonesia dan Iran. Ia menyoroti bahwa kedua negara telah menunjukkan ikatan kreatif melalui adaptasi film Iran tahun 1997, Children of Heaven, yang diadaptasi oleh Indonesia pada tahun 2026. Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak karya kolaborasi.
Selain itu, Fadli Zon juga menyambut baik undangan Iran agar Indonesia berpartisipasi dalam edisi mendatang Pameran Buku Internasional Teheran. Partisipasi ini akan membuka peluang bagi sastra Indonesia untuk dikenal lebih luas di kancah internasional. Kerjasama di bidang sastra ini diharapkan dapat memperkaya khazanah budaya kedua negara.
Advertisement
Peran Indonesia di UNESCO dan Nominasi Bersama
Fadli Zon memuji peran utama Iran di UNESCO dan mencari kolaborasi yang lebih kuat menyusul terpilihnya Indonesia dalam Komite Antarpemerintah UNESCO untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda periode 2026-2030. Posisi ini memberikan Indonesia platform yang lebih besar untuk berkontribusi dalam pelestarian budaya global.
Ia juga menyuarakan keinginan Indonesia untuk bergabung dengan Iran dalam nominasi bersama tradisi Islami iftar, yang menandai buka puasa, untuk dimasukkan dalam Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan UNESCO. Inisiatif ini menunjukkan komitmen kedua negara dalam melestarikan nilai-nilai budaya bersama.
Advertisement
Komitmen Bersama untuk Implementasi
Mengakhiri pertemuan, Fadli Zon dan Mohsen Javadi menyatakan komitmen bersama untuk mengubah peluang kerja sama tersebut menjadi program konkret. Program-program ini bertujuan untuk memperdalam hubungan bilateral antara Indonesia dan Iran. Kedua belah pihak sepakat bahwa langkah-langkah implementasi harus segera dilakukan.
Kerja sama yang lebih erat ini diharapkan tidak hanya memperkaya budaya kedua negara, tetapi juga memperkuat jalinan persahabatan di tingkat global. Dengan fokus pada inisiatif konkret, Indonesia dan Iran bertekad untuk menciptakan dampak positif yang berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews
Advertisement
