Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum menyatakan, organisasi kemasyarakatan (ormas) yang didirikannya bukan bentuk perlawanan. Organisasi yang ia beri nama Rumah Pergerakan Indonesia ini disebutnya untuk memajukan dan memuliakan budaya di Tanah Air."Ada juga bahkan yang bertanya apakah ini gerakan perlawanan? Jawabannya bukan. Ini bukan gerakan perlawanan. Ini adalah gerakan untuk memajukan dan memuliakan budaya kita. Ini gerakan ikhtiar dan usaha untuk memajukan kemajemukan kita, Bhinneka Tunggal Ika," ujar Anas saat meresmikan pendirian Rumah Pergerakan Indonesia di kediamannya, Jakarta, Minggu (15/9).Menurutnya, ormas ini dibentuk untuk memberikan kesempatan dalam mengembangkan potensi anak bangsa sehingga bisa berkontribusi terhadap pembangunan. Sehingga, para pemuda mampu memajukan cita-cita ideologis dengan saling bertukar pikiran dan tindakan bersama-sama."Gerakan anti berdiam diri dan gerakan anti berpangku tangan. Tidak boleh ada kebencian, anti kemarahan, anti kemarahan dan anti permusuhan," lanjutnya.Dia juga menambahkan, ormas bentukannya ini tak hanya terkait dengan bidang politik, tapi juga gerakan untuk mempromosikan budaya. Dengan cara itu, ia mengaku memiliki mimpi melalui organisasi bentukannya dapat memiliki pendekatan yang lain dari ormas-ormas sebelumnya."Bahkan kami punya mimpi dengan pendekatan budaya, kultural, budaya dan harmoni, kami ingin memberikan warna bumbu substansi bagi bidang-bidang kehidupan yang ada di perkembangan bangsa kita," tandasnya.Dia menjelaskan, salah satu bidang yang ditempuh melalui ormas bentukannya itu dapat dilakukan mulai dari bidang ekonomi. Menurutnya, upaya perbaikan dari memburuknya perekonomian bangsa itu seharusnya dapat diinjeksi dengan semangat gotong royong sekaligus mengusung tradisi bangsa."Tidak heran kalau ada kritik pembangunan ekonomi kita belum ada faedahnya. Dengan substansi tersebut, ada pembelaan nyata terhadap fakir miskin secara ekonomi, sosial atau politik," paparnya.
Anas: Rumah pergerakan bukan gerakan perlawanan
"Ada juga bahkan yang bertanya apakah ini gerakan perlawanan? Jawabannya bukan," kata Anas.
Advertisement
Rekomendasi
