Ormas Anas serang SBY lewat surat, Demokrat tak mau tanggapi

"Surat kaleng ditanggapi. Kalau namanya surat kaleng itu tidak benar," kata Syarief.

Yulistyo Pratomo
Oleh Yulistyo Pratomo - Reporter
Ormas Anas serang SBY lewat surat, Demokrat tak mau tanggapi
Syarief Hasan. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Dua hari lalu, Juru Bicara Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Mamun Murod membacakan sebuah surat. Surat itu berisi mengenai dana Hambalang mengalir ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Mamun mengetahui hal itu dari berita acara pemeriksaan (BAP) Muhammad Nazaruddin.Menanggapi tudingan itu, Ketua Harian DPP Partai Demokrat, Syarief Hasan tak mau terjebak dengan tudingan itu. Ia menyebut surat yang diklaim kiriman dari seorang penyidik KPK itu sebagai surat kaleng."Surat kaleng ditanggapi. Kalau namanya surat kaleng itu tidak benar," kata Syarief di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (14/11).Terkait beredarnya surat tersebut, dia berharap aparat penegak hukum bisa dengan cepat melakukan pembuktian. Namun, Demokrat tidak akan melayangkan gugatan apapun atas pernyataan yang dinilai merugikan partainya."Ya, terus kita lihatlah perkembangannya. Kita harap penegak hukum bisa menindaklanjuti. PD kan the ruling party, jadi apa-apa menyerang dulu. Biarkanlah rakyat yang menilai, yang jelas itu tidak beralasan," katanya.Syarief mengaku terus berupaya meningkatkan daya juang anak buahnya di lapangan. "Tugas saya memang meningkatkan elektabilitas dan meningkatkan semangat juang para kader, kita harus menerima semua tantangan," tandasnya.

Rekomendasi