Pramono heran kekayaan alam Indonesia dikuasai asing

"Kedaulatan bangsa dan negara hanya dapat dijaga oleh warga Indonesia dengan nasionalisme."

Didi Syafirdi
Oleh Didi Syafirdi - Reporter
Pramono heran kekayaan alam Indonesia dikuasai asing
Pramono Edhie Wibowo. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman

Peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo mengatakan, pembangunan keamanan dan kemakmuran wilayah perbatasan tidak bisa diselesaikan dengan membangun tembok beton dan kawat baja. Kedaulatan bangsa harus dijaga dengan nasionalisme."Kedaulatan bangsa dan negara hanya dapat dijaga oleh warga Indonesia dengan nasionalisme. Dengan nasionalisme kedaulatan bangsa bisa dijaga oleh warga Indonesia di mana pun dia berada," ujar Edhie kepada PulseFeed, Sabtu (22/2).Lebih lanjut, ipar Presiden SBY itu menegaskan, jika jadi pemimpin dirinya akan membangun perbatasan sesuai dengan potensi yang ada.

"Jadikan putra daerah bagian pembangungan wilayah perbatasan. Jangan habiskan sumber kekayaan, ingat anak cucu kita semua," kata Edhie."Pemimpin harus turun ke depan melihat dan merasakan perbatasan untuk dapat mengambil keputusan yang tepat," tambah bekas Kasad itu.Terkait persoalan kontrak kerja pengeboran minyak di wilayah Kalimantan yang banyak dikuasai asing, Edhie menyatakan bahwa Indonesia harus siap mengambil peran penting melaksanakan pengeboran eksplorasi sumber daya alam."Kalau bisa dijalankan sendiri kenapa harus panggil perusahaan asing. Saya dukung putra dan perusahaan daerah dan nasional untuk siap menjalankan fungsi penting ini demi kesejahteraan bangsa seluruh rakyat Indonesia," jelasnya.

Rekomendasi