Ical galau ke sana kemari cari teman koalisi

Tak mudah bagi Ical untuk mencari teman koalisi.

Lia Harahap
Oleh Lia Harahap - Reporter
Ical galau ke sana kemari cari teman koalisi
Ical bertemu SBY di Kantor Presiden. ©2014 PulseFeed/arie basuki

Partai Golkar masih cukup diminati masyarakat di Pemilihan Legislatif periode ini. Hal itu dapat dilihat dari hasil rekapitulasi yang dilakukan KPU di mana Golkar memperoleh 18.432.312 suara sah atau setara 14,75 persen.Meski mendulang suara yang cukup besar, Partai Golkar harus tetap berkoalisi untuk maju di Pilpres Juli mendatang. Aburizal Bakrie, sebagai ketua umum dan capres yang diajukan Golkar harus bersibuk diri gerilya mencari teman.Ical, sapaan Aburizal, lantas ke sana ke mari mencari 'jodoh' yang cocok dengan partai berlambang pohon beringin itu. Meski sudah bertemu dengan beberapa partai besar, bos Bakrie Grup ini ternyata juga kebingungan ke mana akan melabuhkan diri.Ical selalu beralasan, koalisi Golkar akan diputuskan setelah Rapimnas yang akan digelar 18 Mei besok.Berikut ini gerilya Ical mencari teman koalisi untuk Golkar:

Bertemu Prabowo di Hambalang

Aburizal Bakrie bertandang ke kediaman capres Partai Gerindra, Prabowo Subianto, di Hambalang, Bogor, pada 5 Mei kemarin. Pertemuan ini sebagai balasan atas kunjungan Prabowo ke rumah Ical di Menteng.Menuju ke rumah Prabowo, Ical sangat persiapan. Dia datang menggunakan helikopter dan saat pulang diiringi marching band.Usai bertemu Prabowo, Ical yang digadang menjadi capres Golkar malah menyatakan diri siap menjadi cawapres."Tidak masalah (jadi cawapres)" kata Ical di Desa Bojong Koneng.Ical menambahkan, ia tidak mempersoalkan posisi capres atau cawapres. Menurutnya, paling utama adalah demi kebaikan bangsa Indonesia."Kalau bisa dua presiden enak. Buat saya, kalau jadi nomor satu atau nomor dua buat kita tidak masalah, itu hanya instrumen," ujarnya.

Bertemu Jokowi di Pasar Gembrong

Mendadak capres PDIP Joko Widodo mengadakan pertemuan dengan Ical. Anehnya, pertemuan itu dilakukan di Pasar Gembrong, Johar Baru, Jakarta Pusat.Entah alasan apa yang membuat keduanya memilih tempat itu. Dalam pertemuan itu keduanya membantah sebagai kesepakatan berkoalisi."Hanya silaturahmi. Saya membalas kunjungan Pak Jokowi sebelumnya, kunjungan saya sebagai Capres Partai Golkar . Kebetulan berada di pasar, pusat pasar rakyat untuk kesejahteraan rakyat," kata Ical.Dia menambahkan, saat ini Golkar terus menjajaki teman koalisi yang paling tepat."Memang baru sampai situ. Penjajakan-penjajakan kepada beberapa pihak, silaturahmi politik memang terus kita lakukan," tambahnya.

Bertemu SBY di Istana

Usai bertemu Jokowi, keesokan harinya Ical bertemu dengan Ketua Dewan Pembina, Partai Demokrat. Pertemuan itu dilakukan di Istana Negara.Usai bertemu SBY, Ical kembali mengatakan tatap muka ini hanya silaturahmi."Jadi kalau saudara-saudara ingat, kita ingat bersilaturahmi. Kalau sering bersilaturahmi umur kita makin panjang, rezeki kita makin banyak," ujar Ical.Dalam pertemuan satu jam, Ical juga menawarkan pembentukan poros koalisi baru. Hal itu diungkapkan, politikus senior Partai Golkar, MS Hidayat."Setelah melakukan diskusi, maka menyimpulkan apabila kita memang akhirnya membutuhkan opsi lain atau koalisi dengan waktu yang singkat, tolong dicermati masing-masing untuk menyampaikan," kata MS Hidayat.

Sowan ke rumah Megawati

Meski sudah bertemu dengan capres PDIP Joko Widodo, Ical juga sowan ke Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Usai bertemu Mega selama satu jam, Ical mengaku semakin cocok dengan partai berlambang banteng itu.Meski sudah cocok, Ical belum mengikatnya dalam koalisi. Sebab dia akan mendiskusikannya lebih dulu para seluruh kader pada Rapimnas nanti."Setelah diterima oleh ketua umum PDIP kita bertemu dan berbincang dengan Bu Mega dan Mba Puan membicarakan koalisi antara Golkar dengan PDIP, dengan partai lain yang sudah mendukung koalisi ini. Bagi saya ada kesamaan pendapat, kita sudah ada kecocokan tapi menunggu rapimnas," kata Ical.

Rekomendasi