Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi mengaku elektabilitas capres-cawapres Prabowo-Hatta saat ini kian melambung dan semakin mendekati pasangan Jokowi-Hatta. Jika hasil tersebut bisa dipertahankan maka popularitas Prabowo-Hatta bisa melampaui capres-cawapres Jokowi-JK di Pilpres nanti.
"Hasil survei kita semakin tinggi. Kita sudah sangat imbang dengan Jokowi bahkan menjelang detik-detik pilpres kita pasti mampu melebihi Jokowi-JK," kata Suhardi, kepada PulseFeed, di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (7/6).
Menurut Suhardi, naiknya elekabilitas Prabowo-Hatta tak bisa dilepaskan dari peran pemberitaan di media yang akhir-akhir ini isunya cukup membaik.
"Kalau dulu hasil survei selalu menempatkan Prabowo di bawah Jokowi, tapi kali ini kita yang unggul. Dulu kita tidak ada publikasi bahkan selalu diberitakan miring terus namun kini masyarakat sudah tahu bahwa Prabowo merupakan capres ideal pilihan mereka," jelas Suhardi.
Untuk memenangkan pertarungan pilpres nanti, Prabowo-Hatta bakal mematangkan program subsidi pangan nasional untuk menekan serbuan barang-barang impor yang masih mendominasi. Dia menyebut, sebenarnya sumber bahan pangan nasional sangat melimpah.
"Tapi kenapa kita selalu impor yang menghabiskan uang banyak," kata Suhardi.
Jika Prabowo-Hatta terpilih di Pilpres mendatang, maka anggaran pangan yang bersumber dari APBN akan ditingkatkan dari Rp 17 triliun menjadi Rp 160 triliun.
"Kita juga akan mengerahkan desa-desa untuk memberdayakan sumber pangan lokal. Kami akan memberi sumber dana tambahan untuk pangan daerah," kata dia.
Dia mengatakan, rakyat telah mengetahui bahwa seluruh program kerja dari Prabowo Subianto-Hatta Rajasa terbukti jelas dan tegas. Namun demikian, dirinya meminta kepada para pendukung untuk meningkatkan kinerja mesin parpol koalisi untuk memenangkan Prabowo-Hatta.
"Kami sudah memberikan semangat baru kepada rakyat. Prabowo terbukti bisa menjadi pilihan yang tepat dan punya pengalaman panjang memimpin dunia militer Indonesia," kata dia.
