Suryadharma dipecat pengurus harian, loyalisnya melawan!

Pemberhentian ketua umum harus lewat muktamar.

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
Suryadharma dipecat pengurus harian, loyalisnya melawan!
Suryadharma Ali. ©2014 Merdeka.com

Wasekjen PPP Syaifullah Tamliha tak sependapat dengan pemecatan Suryadharma Ali sebagai ketua umum. Menurut dia, rapat pengurus harian tidak bisa memecat ketua umum.Syaifullah yang juga loyalis SDA ini menilai, pemecatan seorang ketua umum harus melalui forum Muktamar. Dia menilai, SDA juga baru bisa dilengserkan lewat Muktamar luar biasa."Bahwa pemberhentian SDA cukup rapat pengurus menurut mereka, saya berbeda pendapat, ketum lewat muktamar, kalau memberhentikan dia lewat muktamar luar biasa," kata Syaifullah di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/9).Dia mencontohkan, seperti halnya partai lain yang harus menggelar Munas jika ingin melengserkan ketua umum. "Sama saja NasDem dan Golkar, Ical tak bisa diganti kalau bukan munas," imbuhnya.Dalam rapat tersebut, Syaifullah juga menyampaikan nota keberatan dalam forum rapat. Dia hanya ingin memperjuangkan aturan partai. "Kepada forum rapat, saya sampaikan nota keberatan sudah saya sampaikan, pemecatan ketum lewat muktamar. Bukan saya membela SDA saya berpijak pada konstitusi, biar langit runtuh AD/ART tetap harus ditegakkan," tegasnya.Dia menilai pemecatan SDA tidak sah. Dia juga meminta agar semua pihak bisa menghormati konstitusi partai. "Menurut saya tidak sah, saling menghormati, saya menghormati beliau. SDA kan juga meminta muktamar," ujarnya.

Rekomendasi